Datangi DPRD Jombang, Pedagang Minta Pasar Peterongan Dibuka

30 Juli 2020 : 15:13:57

Pedagang mengadu ke wakil rakyat di Gedung DPRD Jombang. (SP/M. Yusuf)

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Para pedagang Pasar Peterongan, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kedatangan belasan pedagang tersebut untuk mengadu ke wakil rakyat terkait Pasar Peterongan yang tak kunjung dibuka kembali. Mereka membawa poster yang isinya “Cukup Saya Saja Yang Dijadikan Tumbal Karantina Dua Bulan” dan “Kenapa Hanya Pasar Peterongan Yang Harus Ditumbalkan”.

Salah satu pedagang Pasar Peterongan, Abdul Haris (52), warga Desa Plosokerep mengatakan, bahwa omset penjualan dirinya dan lainnya menurun drastis, semenjak sistem ganjil genap dan pembatasan jam buka pasar diberlakukan hampir dua bulan ini.

"Banyak yang merugi, bahkan ada yang dagangannya tidak laku. Ada juga yang pindah jualan di luar pasar di pinggiran jalan. Ada juga yang gulung tikar tidak berjualan lagi,” katanya, kepada jurnalis, Kamis (30/7/2020). Haris mengungkapkan, jika omset penjualan barang dagangannya, turun drastis hingga lebih dari 50 persen. Pasalnya, konsumen merasa takut ketika hendak belanja ke Pasar Peterongan.

“Dengan pasar dibuka satu pintu, satu bulan saya rugi sampai Rp 50 juta. Pembeli merasa takut datang ke pasar karena dianggap tempat virus corona,” tukasnya.

Sementara, Anggota Komisi B DPRD Jombang, Rahmat Abidin menegaskan, bahwa pihaknya mendukung agar perekonomian tetap berjalan di masa pandemi Covid-19. Namun, tetap patuhi protokol kesehatan. “Sesuai dengan kebijakan pemerintah, bahwa ekonomi harus tetap jalan meski dalam masa pandemi. Kami mendukung agar aktifitas ekonomi di Jombang tetap berjalan, baik di pasar maupun tempat lainnya. Yang terpenting, tetap patuhi protokol kesehatan,” tegasnya.

Selanjutnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang, Bambang Widjojanto menerangkan, pihaknya akan membuka Pasar Peterongan. Namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Pada 1 Agustus 2020 nanti akan kita buka. Akan tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan, baik para pedagang maupun pembelinya. Soal batas waktu, kedepan akan dievaluasi, dilakukan bertahap. Dan sistem ganjil genap akan kita tiadakan," pungkasnya.(suf)





Berita Terkait