Desain Interior UK Petra, Pamerkan 81 Karya Virtual 3D

21 Juni 2020

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini membuat mahasiswa UK Petra menjadi lebih kreatif, salah satunya dengan melaksanakan tugas pameran dari mahasiswa Program Studi Desain Interior UK Petra yang dilakukan secara virtual di www.interior.petra.ac.id dan IG : interior_petra. Pameran virtual ini merupakan bagian dari mata kuliah Desan Interior & Styling 4 (DIS 4) yang diikuti oleh 81 mahasiswa semester 6.

"Mereka merancang ulang bangunan-bangunan ruang budaya monumental yang ada di Surabaya" urai Diana Thamrin S.Sn., M.Arch selaku Kepala Studio Desain Interior & Stying 4 UK Petra.

Mengambil tema Design of Cultural-Monumental Spaces in Surabaya, karya desain ruang budaya ini dapat di saksikan secara 360 derajat dan video walkthrough sejak tanggal 18Juni hingga 26 Juni 2020.

Tema tersebut meliputi museum, galeri, perpustakaan dan ruang ibadah. Pameran mata kuliah wajib ini dilakukan dengan metode service-learning mencangkup 11 objek perancangan yaitu Museum Surabaya Siola, Museum TNI AL Loka Jala Crana, Museum Penerbangan TNI AL, Galeri Von Faber-Museum Mpu Tantular, Museum Kesehatan Dr. Adhyatma MPH, Visma Coffee, Co-working and Gallery, Perpustakaan Umum Rungkut Surabaya Rumah Air Surabaya, GPT Philadelphia, GPIB Jemaat Genta Kasih dan GKJW Rungkut.

Total ada 81 tugas yang berbeda. Salah satunya karya milik Nathania Melissa yang meredesain interior dan desain styling Museum TNI Angkatan Laut. Nathania Melissa mengangkat konsep Benteng Perjuangan dengan aplikasi teknologi baru seperti augmented reality dan penambahan diorama.

Desainnya yang sekarang outdated, memerlukan pengolahan ruang yang dapat  menarik minat pengunjung dan meningkatkan publikasi yang berkesan.

"Maka dari itu saya melakukan perubahan desain dinding, lantai, plafon dan elemen interior lainnya menjadi lebih dinamis, modern namun tetap membangun suasana pada masa perang serta menambahkan photobooth" terang Nathania Melissa.

Tugas yang memiliki kriteria transformasi konsep dalam desain, implementasi nilai lokalitas Surabaya serta nilai edukatif bagi masyarakat di dalam perancangan dan kreativitas dalam menampilkan gambar desain secara virtual akan menjadi tugas dengan nilai tertinggi nantinya.

"Para mahasiswa ini harus melewati tiga tahapan. Melakukan observasi lapangan terhadap obyek yang dipilih, menciptakan ide perancangan ulang kemudian mengkomunikasikan hasil perancangan melalui pameran virtual" ujar Diana.

Masyarakat umum dapat menikmati pameran ini dengan mengakses QR Code yang di tampilkan dalam sebuah digital poster, sehingga para pengunjung dapat merasakan sedang melihat desain ruang secara tiga dimensi.Byt





Berita Terkait