Duta Genre Jatim 2020 Lakukan Persiapan Usia Perkawinan Bersama Santri

24 November 2020 : 21:03:09

Nadhilla Sekar Pramesty, Duta Genre Jatim 2020 melakukan kelas terbuka bersama para santri di pondok Pesantren Darul Falah. SP/PATRIK CAHYO

SURABAYAPAGI, Surabaya - Duta GenRe Jawa Timur 2020, Nadhilla Sekar Pramesty melakukan kelas terbuka bersama para santri di pondok pesantren Darul Falah,Ponorogo. BKKBN mengembangkan Program Generasi Berencana (GenRe), Dalam rangka merespon permasalahan remaja saat ini.

Program GenRe adalah program yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa dikalangan generasi muda. Program GenRe merupakan wadah untuk mengembangkan karakter bangsa karena mengajarkan remaja untuk menjauhi Pernikahan Dini, Seks Pra Nikah dan NAPZA guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkontribusi dalam pembangunan serta berguna bagi nusa dan bangsa.

“Santri itu juga remaja, juga termasuk ikut andil dalam pembangunan negara dan juga sebagai pelopor masa depan, kalau bukan kita yang mengupayakan siapa lagi ?” ujar Nadhilla Sekar, Ponorogo.

Kegiatan yang dilakukan seperti pembahasan mengenai Kesehatan Reproduksi dan Pembahasan terkait Perilaku beresiko remaja. Berbentuk seperti kelas terbuka membuat nuansa pembelajaran lebih menarik dan disertai antusiasme para santri.

Duta_Genre_Jatim_2020_(3)_1

Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Sukaryo Teguh Santoso yang dihubungi via telfon mengungkapkan terdapat 3 tujuan utama sosialisasi program GenRe yakni, katakan Tidak pada Sex Pranikah, Pernikahan Dini dan Napza.

"Untuk mensosialisaikan 3 hal di atas, perlu sebuah wadah yaitu Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Tujuan wadah ini untuk perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja. Dalam PIK-R tersebut ada pendidik sebaya dan konselor sebaya yang berfungsi untuk konsultasi bagi remaja sebaya serta mempersiapkan pernikahan, baik dari segi kesehatan reproduksi, psikologi, maupun sosial ekonomi. Sosialisasi kelompok GenRe kepada para santri agar generasi yang dihasilkan pada masa depan adalah generasi yang unggul dan memiliki daya saing baik,” ujar Teguh.

Diakhir kegiatan para santri diberikan kebebasan untuk mengulas permasalahan yang terjadi dalam lingkup pondok pesantrean.

“Dengan adanya kelas ini diharapkan bisa menjadi wadah penting bagi para santri untuk menyiapkan kesiapan hidup kedepannya, jadi ada wadah untuk konsultasi dan berpendapat,” Metha.

Banyak hal yang bisa dilakukan dalam program Generasi berencana dalam menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja salah satunya menyiapkan remaja santri untuk dapat berkembang seperti remaja lainnya. Pat





Berita Terkait