Hari ini Sekolah Buka, tapi Daring

Wali murid, Berharap Cara Penyampaian Pembelajaran Gunakan Aplikasi Online ke Siswa bisa Tepat Sasaran. Malah ada Sekolah Tawarkan Home Schooling ke Orangtua Siswa

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai Senin (13/7/2020) hari ini. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) pun juga sudah menyiapkan panduan lengkap sekolah dan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Namun, untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, di Surabaya dan Jawa Timur masih belum bisa tatap muka. Seluruh sekolah masih menerapkan sistem daring (online). Skema belajar mengajarnya di tiap sekolah pun berbeda-beda. Bahkan, sekolah secara daring pun dibuat bergilir jam jam belajarnya, antara pagi dan siang. Berikut liputan Surabaya Pagi yang dikoordinir Raditya Mohammer Khadaffi dengan tim peliput Byta Indrawati, Aditya Putra, Patrick Cahyo ke beberapa guru, orang tua siswa hingga Dinas Pendidikan Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

 Berdasarkan keputusan Kementrian Pendidikan, ada beberapa syarat yang diwajibkan seperti kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka hanya diperbolehkan pada wilayah yang sudah menjadi zona hijau. Kemudian, Pemerintah Daerah atau Kantor Kementrian Agama memberikan ijin untuk dibukanya pembelajaran tatap muka. Ketiga, pembukaan kegiatan belajar secara tatap buka bisa dilaksanakan jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Dan keempat, orang tua atau wali murid menyetujui putra atau putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun, bila tidak, masih menggunakan KBM secara daring.

“Mulai Senin, belajar mengajarnya via online. Pakai zoom, dan semua murid diharuskan menggunakan seragam sekolah lengkap, beserta atributnya,” kata Putri, 41 tahun, seorang wiraswasta yang putra pertamanya mulai masuk kelas 1 SD di  SD Al-Falah Surabaya, kepada Surabaya Pagi, Minggu (12/7/2020).

Semua siswa-siswa SD Al-Falah, tambah Putri, jam mengajarnya secara online mulai pukul 08:00 WIB sampai pukul 12:00 WIB. Meski begitu, tidak semua siswa serentak melakukan seluruh KBM secara daring. Ada yang dibagi jam 08:00 sampai 10:00 dan ada yang dimulai pukul 10:00 sampai 12:00 WIB. “Ini karena pembatasan kuota zoom yang tidak bisa menampung banyak siswa kelas 1 hingga kelas 6 SD. Jadi besok (hari ini, red) sampai seminggu kedepan, masih pengenalan dan pelajaran dasar awal. Semuanya ada modul-modul yang dikerjakan secara online,” tambahnya.

 

Tetap Bayar Penuh

Praktis, dengan KBM secara daring, apakah biaya sekolah ditagihkan kepada orang tua siswa secara penuh? Putri menjawab, pihak sekolah hanya memotong Rp 150.000 tiap siswa, dari biaya satu bulan Rp 1,5 juta. “Jadi cuma dipotong Rp 150 ribu. Alasannya uang segitu untuk bayar langganan aplikasi Zoom secara bulanannya. Kepala sekolahnya saat pembekalan kemarin, juga sudah menjelaskan,” kata Putri.

Putri berharap, dengan KBM secara daring, cara penyampaiannya bisa tepat sasaran dan siswa dapat menerima dari pembelajarannya dari sekolah.

Terpisah, Yayuk, salah satu wali murid yang anaknya sekolah di SDN Kertajaya IX, mengatakan bahwa informasi terakhir yang diperolehnya dari pihak sekolah mengatakan jika anaknya yang masih berada di sekolah dasar, akan tetap melakukan proses pembelajaran secara daring.

"Kelihatannya tetap belajar di rumah seperti sebelum liburan. Soalnya pihak sekolah belum memberi pengumuman lagu via grup WA. Pengumuman terakhir itu ya tetap belajar dari rumah," ujar wali murid dari salah satu siswa SDN Kertajaya IX kepada Surabaya Pagi, Minggu (12/7/2020).

Dirinya juga mengatakan jika proses belajar dari rumah ini sudah tepat jika melihat kondisi pandemi Covid-19 di Surabaya yang belum mereda. "Lebih baik di rumah lah, kondisinya belum membaik juga. Saya pribadi sebagai orang tua siswa takut anak-anak tertular karena tidak bisa mengontrol langsung perilaku anak di sekolah," katanya.

 

Tawarkan Home Schooling

Sementara, salah satu koordinator sekolah internasional SNA (Singapore National Academy) Yulia Ayu Srikanthi mengungkapkan bila proses belajar pada tahun ajaran baru masih sama dengan tahun sebelumnya yang menggunakan sistem daring.

"Kami mematuhi apapun yang dibuat oleh Kementrian Pendidikan. Untuk saat ini kami tetap melaksanakan proses belajar via online. Sebetulnya memang tidak sulit karena sebelumnya kami telah membuat aplikasi online untuk proses belajar para siswa" ungkapnya.

Hal ini juga mendapat perhatian khusus, pasalnya para siswa TK SNA cukup kesulitan bila mendapat cara belajar menggunakan sistem jarak jauh, namun SNA memberikan penawaran kepada para orang tua atau wali murid dengan mendatangkan guru kerumah seperti home schooling.

"Untuk TK memang cukup susah, namun kami memberikan fasilitas dengan menawarkan guru kami untuk datang kerumah. Namun orang tua memiliki hak untuk mau atau tidak. Kami juga harus mewajibkan guru, murid, dan orang tua untuk mengikuti rapid test terlebih dahulu untuk tetap menjaga keamanan dan kesehatan" jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Rita salah satu guru SDN Petemon 12 Surabaya mengungkapkan bila proses belajar mengajar juga masih menggunakan KBM daring. "Belum bisa tatap muka, kami masih menunggu info dan keputusan dari dinas untuk kapan bisa belajar secara tatap muka kembali. Sementara belajar melalui video" ujarnya.

 

Modul MPLS Tiap Sekolah

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Wahid Wahyudi mengatakan jika proses pembelajaran di wilayah Jawa Timur masih dilaksanakan secara daring. Hal ini dikarenakan tingkat penyebaran Covid-19 masih tinggi di 38 kabupaten/kota di Jatim. Kendati belum bisa dilakukan dengan cara bertatap muka langsung di kelas, pihaknya berharap tahun ajaran baru dapat dimulai dengan lancar. Serta proses belajar mengajar berjalan sesuai harapan.

Namun Wahid berharap seluruh insan pendidikan tetap menjaga optimisme dan semangat selama proses pendidikan masih dilakukan secara daring.

“Meski begitu, saya mengimbau dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru nanti, tiap sekolah sudah harus membuat modul MPLS sendiri secara daring. Baik modul tutorial hingga interaktif. Ini perlu, karena akan digunakan selama pandemi belum berakhir,” ujar Wahid Wahyudi, kepada Surabaya Pagi, Minggu (12/7/2020).

Senada dengan Wahid, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Supomo mengungkapkan bila pada tanggal 13 Juli akan tetap melakukan sistem pembelajaran secara daring atau online. "Tanggal 13 kita memulai tahun ajaran baru, ada sesuatu istimewa di tahun ajaran baru 2020/2021 yaitu kita masih tetap melakukan pembelajaran melalui sistem daring. Didalam tahun ajaran ini, tentunya kita mengikuti protokol kesehatan. Kepada bapak ibu kepalah sekolah untuk menyesuaikan hal ini, bagaimana transisi siswa yang bisa kita lakukan dengan menggunakan daring dengan tidak mengurangi kualitas" ujar Supomo melalui video resmi akun Instagram dispendiksby, yang dikutip Surabaya Pagi, Minggu (12/7/2020).

Hal ini juga di konfirmasi oleh Sudarminto selaku Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Ia mengiyakan dan mengatakan bila untuk saat ini sistem belajar mengajar masih melalui jarak jauh atau daring.

Sudarminto kemudian menjelaskan beberapa skenario yang akan dilakukan bila nantinya sekolah kembali akan dibuka. "Sekolah boleh dibuka bila wilayah atau kota tersebut merupakan zona hijau dan syarat lainnya yang dijelaskan Pak Menteri. Bila sudah di buka kami akan perketat protokol kesehatan dengan skenario sekolah melakukan shift, namun itu masih harus dikaji dan melihat kembali keadaan masing-masing sekolah" pungkasnya. adt/byt/pat/cr3/rmc

surabayapagi.comtidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top