Jatim Gelar Misi Dagang bersama 3 Provinsi Secara Hybrid

24 September 2020 : 18:33:20

SURABAYAPAGI, Surabaya -Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim bersama PT Bank Jatim berupaya memaksimalkan misi dagang di masa Covid-19 ini. Yakni dengan cara Hybrid Event secara online maupun offline dengan sejumlah pelaku usaha Jatim dan 3 Provinsi lain.


Tiga provinsi itu adalah Sulawesi Utara, Maluku, dan Kalimantan Timur (Kaltim) ikut serta. Jatim sendiri bertindak sebagai tuan rumah di misi dagang yang dilakukan dengan cara daring. Nantinya akan dilakukan transaksi perdagangan produksi Jawa Timur ke luar provinsi yang semuanya akan dicatat oleh Disperindag Jatim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap misi dagang ini menjadi penguatan di tengah penanganan pandemi Covid-19. Sebab itu, ia mendorong potensi yang ada di wilayahnya bisa muncul dan tergarap dengan maksimal.

"Setiap misi dagang bisa dilihat potensi masing-masing, kita jadikan itu menjadi bagian dari sinergi pergerakan ekonomi di masing-masing daerah," ujar Khofifah, Kamis 24 September 2020.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman mengatakan, tujuan utama misi dagang ini untuk membantu meningkatkan perekonomian. Pihaknya berharap, aktivitas perdagangan yang terjalin tidak berhenti, sehingga ada kelanjutan hubungan bisnis yang baik antar provinsi ke depannya.

“Misi dagang ini juga menjadi salah satu tekad kami mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada umumnya dan khususnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” kata dia.

Data Bank Jatim menunjukkan, per Jumat 18 September 2020, dana PEN yang sudah disalurkan emiten berkode BJTM itu sebesar Rp1,68 triliun dengan jumlah 11.285 debitur.

Untuk penyaluran kredit Dana Bergulir (Dagulir) Rp 100,8 miliar. Sedangkan kredit usaha mikro (KUM) Jatim Kilat sebesar Rp 38,10 miliar untuk 1.081 debitur.

Dalam kesempatan ini, Bank Jatim bersama PT Amartha Mikro Fintech menyampaikan sinergitas di bidang pembiayaan dengan metode peer to peer lending. Dari hasil sinergi tersebut, per Rabu 23 September 2020, berhasil menyalurkan Rp3,9 miliar kepada 988 debitur.

“Sinergitas ini menjadi penting mengingat tuntutan kompetisi bisnis dan perkembangan digital banking yang semakin pesat. Selain itu, industri perbankan dituntut untuk terus kreatif dan berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya. rko

 





Berita Terkait