Konsultasi Publik Jargas Bumi, Kota Mojokerto Selangkah Menuju "City Gas"

17 September 2020

SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Upaya keras Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjadikan Kota Mojokerto menjadi 'City Gas' mulai menunjukkan hasil. Terbukti, kota kecil dengan tiga kecamatan ini menjadi salah satu dari 9 daerah yang ditunjuk sebagai Pelaksana Kegiatan Studi Pendahuluan Pembangunan Jaringan Gas (Jargas) Bumi untuk Rumah Tangga melalui Skema Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha (KPBU) oleh Kementerian ESDM.

"Saya tentunya mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM yang telah memilih Kota Mojokerto sebagai salah satu pelaksanaan kegiatan ini," ujar Wali Kota Ning Ita saat membuka secara langsung Konsultasi Publik Pembangunan Jargas Bumi Rumah Tangga Skema KPBU di Ballroom Hotel Ayola, Kamis (17/9/2020).

Petinggi Pemkot ini mengatakan, skema KPBU saat ini banyak dipilih dan diterapkan oleh sejumlah instansi dan lembaga di beberapa daerah. Ini lantaran skema ini dianggap lebih efektif dan efisien untuk pelaksanaan pembangunan insfrastruktur. 

"Karena adanya keterbatasan anggaran pemerintah untuk pembangunan infrastruktur menjadikan skema KPBU ini sangat relevan untuk diterapkan di era saat ini," ujarnya.

Pemkot Mojokerto, lanjut Ning Ita, sangat berkomitmen untuk mendukung penuh program pemasangan Jargas Bumi untuk rumah tangga di wilayah Kota Mojokerto. 

"Kita akan memberi dukungan penuh pemasangan jargas di Kota Mojokerto dengan skema apapun nantinya. karena kemanfaatannya sangat jelas dan sudah bisa dirasakan oleh sebagaian masyarakat Kota Mojokerto," ungkapnya.

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menjelaskan, pemasangan jargas sejatinya sudah dimulai sejak tahun 2003. 

"Tahun 2003 dan 2016 sudah terpasang sebanyak 753 Sambungan Rumah Tangga (SRT) yang dilaksanakan oleh Perusahaan Gas Negara. Pada waktu itu masih berbiaya pemasangan pipa Rp. 200 ribu per meter," terangnya.

Setelah itu, lanjut Ning Ita, tahun 2017 sebanyak 5000 SRT yang dilaksanakan oleh Dirjend Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM secara gratis. "Tahun 2019 terpasang sebanyak 4 ribu SRT yang dilaksanakan oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM secara gratis ditambah kompor satu tungku gratis juga," ungkapnya.

Untuk tahun 2020 ini, Ning Ita menyebut, rencana akan dipasang 5.899 SRT. Namun masih ditunda pada tahun 2021 dikarenakan refocusing anggaran untum covid -19.

"Jika itu sudah terealisasi, maka total jargas bumi untuk rumah tangga di tahun 2021 nanti sebanyak 15.652 SRT. Kita berharap semua rumah tangga di Kota Mojokerto bisa menerima sambungan jargas bumi ini. Karena sejatinya kota ini memiliki potensi 450386 KK per keadaan September 2020," harapnya.

Untuk itu, Ning Ita berharap dukungan dan kerjasama dari semua pihak dalam pelaksanaan pembangunan jargas bumi di Kota Mojokerto. "Saya meminta kepada peserta konsultasi publik agar memperhatikan secara seksama materi kegiatan ini untuk mewujudkan pembangunan jargas bumi secara menyeluruh di wilayah Kota Mojokerto," pungkasnya.

Sekedar informasi, acara konsultasi publik ini di ikuti oleh Camat, Lurah dan Ketua LPM se Kota Mojokerto. Acara ini dibuka dengan pemaparan terkait manfaat dan tujuan dilaksanakannya  konsultasi publik oleh Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso secara vidcon dari gedung Kementerian ESDM. dwy





Berita Terkait