Pecandu Judi di Tiongkok Direhabilitasi dengan HP Jadul

08 September 2020 : 11:12:05

SURABAYAPAGI.com, China - Bisnis judi dari luar negeri semakin menargetkan warga tiongkok daratan, tapi kini para pejudi tiongkok mulai sadar dan berjuang dengan susah payah melawan kecanduan judi mereka.

Seorang warga Tiongkok Huang Chunhao bersumpah mulai hari ini dan seterusnya ia akan memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik. "Dengan ini saya bersumpah: mulai hari ini dan seterusnya, saya akan memperbaiki kebiasaan buruk, bersikap baik kepada orang lain dan mencoba yang terbaik untuk menyingkirkan kecanduan judi.", ungkapnya. Selasa (8/9/2020).

Perjudian tersebut sudah dilarang di Tiongkok daratan bersama dengan aktivitas lain yang dianggap buruk oleh Partai Komunis ketika diambil alih pada tahun 1949. Namun kegiatan perjudian tersebut kembali muncul lewat situs web dan aplikasi yang ditujukan untuk pelanggan Cina dan berbasis di lepas pantai.

Salah satunya, yang berbasis di Filipina, menyeret Huang jatuh miskin dan terseret pada taruhan besar hingga lebih dari dua juta yuan (US$290.000) atau lebih dari Rp4 miliar. "Dampak besar dari perjudian adalah pernikahan saya hancur, dan keluarga saya dalam kekacauan. Bagaimanapaun tidak ada yang merasa nyaman dengan semua kehidupan yang penuh dengan air mata," kata Huang, yang sekarang berprofesi sebagai pedagang grosir sayuran berusia 32 tahun.

Mantan pemilik salon rambut dan raja judi Si Guoqi, yang sekarang menjalankan pusat rehabilitasi di Shanghai membantu dia (Huang) keluar dari lubang perjudian. Rehabilitasi tersebut didirikan pada 2017, dan telah dijadikan pusat rehabilitasi pertama di Shanghai untuk mereka yang kecanduan judi.

“Perjudian daring seperti virus. Jika tidak terinfeksi, anda sehat akan tetapi jika anda terinfeksi maka akan langsung menjadi pasien dan tidak bisa terkendali emosinya. Karena anda telah mendapatkan manfaat dari judi tersebut maka tak peduli yang orang lain katakana bagaiamana anda tidak bisa dihentikan” Kata Guoqi.

Selama program standar selama seminggu di pusat tersebut, para pecandu diberikan ponsel keluaran lama tanpa akses internet untuk mencegah mereka masuk dan memasang taruhan.

Karena dengan pertumbuhan akses internet dan teknologi yang canggih di Tiongkok maka semakin banyak operator yang mencari keuntungan dengan platform perjudian berbahasa Tiongkok dan opsi perjudian semakin berlimpah. Diperkirakan 70% server tersebut menggunakan server Filipina.

Pada paruh pertama tahun 2020, polisi Tiongkok menangkap lebih dari 250 kasus perjudian lintas batas, menangkap lebih dari 11.500 tersangka, menurut media pemerintah.

Perjudian adalah bisnis besar di Cina pada masa pra-Komunis. Pemerintah berencana untuk memberlakukan pembatasan terhadap warga Tiongkok yang bepergian ke tujuan wisata luar negeri di mana perjudian marak, kantor berita negara Xinhua melaporkan pada 26 Agustus.

Platform online terkadang memikat korban tanpa disadari dengan tipu muslihat - Huang mengklik iklan pop-up untuk situs pekerjaan paruh waktu tetapi dengan cepat dialihkan ke perjudian. Dia kehilangan 80.000 yuan dalam satu taruhan karena itu utangnya membengkak.  dsy3

 





Berita Terkait