Puspa Agro, 12 Tahun Masih Sangat Memprihatinkan

03 Agustus 2020

Pemerintah Pusat melalui Perpres Nomor 80 tahun 2019 ingin “Selamatkan” Kondisi Pasar Induk Puspa Agro dengan Membangun Akses Jalan Tol dari Kletek dan dari tol Surabaya-Malang 

 

 

 SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Pasar Induk Puspa Agro,  tahun 2020 ini sudah beroperasi selama 12 tahun. Karena  dibangun sejak tahun 2008 lalu oleh PT Jatim Grha Utama (JGU), BUMD Pemprov Jatim. Kalangan akademisi dan pebisnis Surabaya sedih, karena masih belum mencapai sasaran para petani dan pelaku agrobis di Jatim. Padahal sudah sedot dana APBD Jatim Rp 585 miliar. Sejak sebelum terjadinya pandemi Covid-19 pun sudah sepi dan menjadi pemandangan memprihatinkan sehari-harinya. Para pedagang tak yakin sepinya pasar induk ini  karena lokasi yang tak strategis. Tapi ada dugaan salah kelola. Kini sejumlah akademisi dan pebisnis rasan-rasan kok tiba-tiba pemerintah pusat mengeluarkan Perpres Nomor 80 tahun 2019. Perpres ini maksudnya untuk “menyelematkan” kondisi pasar induk Puspa Agro yang sudah memprihatinkan sekali. Herannya malah dibangun akses jalan tol dari Kletek dan jalan terhubung langsung dengan tol Surabaya-Malang. Padahal, saat pembangunan awal tahun 2008 sejak Gubernur Jawa Timur dipimpin Imam Utomo, yang menelan biaya Rp 585 Miliar, tak pikirkan studi kelayakan akses jalan ke kota dan tol.

 Akses jalan menuju Pasar Induk Modern Agrobis Puspa Agro, Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Sidoarjo, yang bakal ditambah, belum dijamin bisa menghidupkan operasional Puspa Agro, seperti pasar induk di Jakarta dan luar negeri. Rencananya bakal dibangun dua jalan tembus menuju Puspa Agro, yakni akses jalan dari Kletek dan jalan terhubung langsung dengan tol Surabaya-Malang.

Pembangunan akses jalan tembus ini, untuk memperlancar arus distribusi barang ke Puspa Agro dan kabarnya untuk meningkatkan pendapatan Puspa Agro yang selama 12 tahun ini dianggap tidak berhasil memberi PAD yang signifikan dengan dana APBD sebesar Rp 585 Miliar untuk investasi dan modal kerja Pasar Induk Puspa Agro. Hal baru Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mempersiapkan perencanaannya itu. "Dalam perpres 80 ini diatur pembengunan akses jalan ke tol melalui pinjaman daerah. Dan pinjaman daerah itu sendiri untuk sesuatu yang produktif. Maka akses jalan ini akan dimasukkan ke pinjaman daerah," kata Khofifah, Minggu (2/8/2020).

Dari pantauan Surabaya Pagi di lapangan, Senin (3/8/2020), Puspa Agro yang dibangun di atas lahan 50 hektare ini, masih terisi 20 hektare, sangat memprihatinkan. Beberapa bangunan pun tak berfungsi. Hanya Gedung Puspa blok sayur empat yang terisi dengan penjualan stand sayur mayur dan aneka kebutuhan. Itupun kondisinya sepi tak ada pembeli. Begitu pula stand-stand penjualan banyak ditinggal oleh para pedagang karena sepi pembeli. Bahkan, bila apa yang disebut Puspa Agro penjualan langsung trading, para penjual yang ditemui, tidak pernah melakukan pensuplai dalam jumlah besar.

 

Sepi Sejak Awal Buka

Seperti Yulia, pedagang buah di Pasar Puspa Agro mengatakan selama di Puspa Agro sendiri penjualan omset tidak banyak membantu. Apalagi ditambah dengan pandemi Covid-19.

"Kalau dibilang menurun ya jelas. Biasanya banyak usaha catering dan hotel yang beli di saya. Sekarang sepi. Sudah pasarnya dari dulu sepi tidak terlalu ramai, ditambah Covid begini. tambah makin sepi," ujarnya saat diwawancarai di Gedung Puspa 4, tempat para pedagang sayur di Pasar Puspa Agro, Senin (3/8/2020).

Saat ditanya harapannya mengenai rencana Pemprov Jatim yang akan membangun akses ke jalan tol di dekat wilayah Puspa Agro, dirinya berharap rencana tersebut agar cepat terealisasi. "Semoga cepat jadi lah. Kan kalau dibangun dan sudah jadi bisa cepat buat ngirim-ngirim barangnya kalau lewat tol," jelas pedagang yang sudah berjualan di Pasar Puspa Agro sejak awal pasar ini diresmikan tahun 2008. Meski sepi, ia sendiri bertahan di Puspa Agro, karena dari dulu sempat dapat janji bila Puspa akan selalu ramai. Akan tetapi, hingga tahun 2020, tidak pernah terjadi. “Yah untung saya punya dagangan di tempat lain. Untuk menopang disini, yang dari dulu sepi,” tambahnya.

Senada dengan Yulia, salah satu penjual sayur di Pasar Puspa Agro bernama Irfan juga menjelaskan tentang sepinya Pasar Puspa Agro dan tidak pastinya omset yang ia dapatkan.

"Ya begini ini kondisinya, sepi. Omset yang saya dapat juga tidak pasti, kadang naik kadang turun. Apalagi masa Covid-19 begini. Yang penting bisa buat menyambung hidup dan bisa berjualan lagi besok saja sudah bersyukur," ungkap Irfan di gedung yang sama.

Jika memang ada rencana pembangunan akses tol yang dilakukan oleh Pemprov, maka dirinya berharap agar segera direalisasikan karena hal tersebut dapat memudahkan para pedagang di Pasar Puspa Agro.

 

Puspa Agro Akui Sepi

Terkait rencana pembangunan akses jalan tol di wilayah Puspa Agro oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur ternyata disambut baik oleh pihak Puspa Agro.

"Saya kira sebagai pengelola Puspa Agro, tidak bisa berkomentar banyak mengenai hal itu. Kami hanya berharap segera dapat terealisasi saja," ujar Hartoko, Humas Puspa Agro kepada Surabaya Pagi, Senin (3/8/2020)

Hartoko mengaku jika selama ini para pedagang terkendala masalah transportasi. Dengan kendala ini, dirinya berharap jika rencana pembangunan tol tersebut cepat terealisasi maka dapat membantu kelancaran distribusi dagangan para penjual di Pasar Puspa Agro.

"Kendalanya sebagian besar memang mengenai transportasi. Maka dari itu, jika rencana mengenai jalan tol tersebut cepat terealisasi tentu kami sangat bersyukur karena itu nanti akan sangat membantu para pedagang juga," jelasnya.

Saat ditanya terkait kondisi Pasar Puspa Agro, Hartoko mengatakan jika hampir semua pedagang terdampak Covid-19. Namun dirinya juga mengatakan masih ada beberapa sektor yang masih berjalan normal meskipun ada penurunan omset. "Pasti terasa dampak Covid-19, tapi alhamdulillah beberapa sektor seperti buah dan sayur masih beroperasi dengan normal di tengah pandemi Covid-19," kilah Hartoko.

 

Target Dua Tahun

Sementara itu, terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jatim, Gatot Sulistyo Hadi menegaskan pembangunan dua akses jalan tembus Puspa Agro Jemundo ditarget dua tahun selesai. Diperkirakan menelan anggaran sebesar Rp 900 miliar. Panjang jalan keseluruhan yang dibangun sekitar 5 kilometer.

Rinciannya, dari tol jaraknya ke Puspa Agro kurang lebih 1,5 kilometer. Tetapi dari total semuanya termasuk interchanghe dianggap jadi 5 kilometer.

“Untuk biayanya kurang lebih Rp 900 miliar itu. Tapi, pelaksanaan pembangunan akan dikonsultasikannya terlebih dahulu ke Kementerian PU RI serta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Karena terkait jarak interchange sesuai PP 15 Tahun 2015 mengharuskan 5 kilometer. Puspa Agro dengan Waru Utama masih mungkin 2 kilometer terlalu dekat. Ini yang mau kami konsultasikan dengan BPJT. Mudah-mudahan jadi karena ini alternatif paling efisien,” tandasnya.

Dimana, pendanaan menggunakan dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) akan disiapkan untuk memaksimalkan pengelolaannya. “Tentu akan ada divisi-divisi atau unit-unit usaha lain di dalamnya. Itu untuk memperkuat bisnisnya,” tegasnya. adt/pat/cr1/cr3/rmc





Berita Terkait