Risma Tes Swab Dadakan ke Anak Muda di Taman Bungkul

18 Oktober 2020 : 22:39:33

 

222 Terjaring, 4 Reaktif, 21 Diswab

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya, dengan dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini langsung menggelar rapid test dan swab massal secara mendadak di Taman Bungkul, Sabtu (17/10/2020) menjelang tengah malam. Test dadakan tersebut karena melihat ada beberapa kerumunan anak muda yang masih melewati jam malam hingga pukul 22:00 WIB. Alhasil, dari test dadakan, terdapat 222 pemuda-pemudi yang terjaring. 21 Orang dilakukan tes usab alias tes swab dan 201 orang dilakukan rapid test dengan hasil 4 orang reaktif.

Dari pantauan wartawati Surabaya Pagi di lapangan Sabtu malam itu, Wali Kota Risma saat tiba di Taman Bungkul, langsung meminta petugas Linmas dan Satpol PP untuk memblokade setiap akses jalan masuk dan keluar di Taman Bungkul.

Para pengunjung yang didominasi anak muda ini tidak bisa keluar atau kabur dari area taman yang berada di Jalan Raya Darmo itu. Mereka pun kebingungan karena tiba-tiba saja petugas menutup setiap akses jalan di Taman Bungkul.

Risma mengimbau kepada para pengunjung itu agar dapat membatasi kegiatan atau aktivitas kumpul-kumpul di luar rumah. Sebab, virus Covid-19 ini mudah sekali menular dan tak memandang usia.

"Kalian harus bisa membatasi (kegiatan kumpul-kumpul). Kalau kalian kena, kasihan nanti yang di rumah," katanya kepada anak muda yang nongkrong di Taman Bungkul itu.

Meski Wali Kota Surabaya tidak melarang kegiatan kumpul-kumpul, namun ia berharap para pengunjung yang didominasi anak muda itu dapat saling menjaga jarak dan tetap memakai masker. Ia hanya tak ingin ada lagi warganya yang tertular Covid-19.

“Ngerti ya nak, sudahlah selesai dulu. Nak, sudah banyak yang sakit, jangan ditambah lagi. Serba tidak enak nanti kalau sakit, nanti (kalau sakit), lama juga tidak boleh keluar,” pesannya.

Usai memberikan beberapa pesan kepada para pengunjung di Taman Bungkul, tak lama berselang tim medis yang bertugas melakukan rapid test dan swab kemudian datang.

Bahkan, kursi untuk tempat duduk para pengunjung itupun disiapkan sembari ditata jaraknya. Para pengunjung itu diminta untuk duduk di kursi tersebut sembari menunggu giliran untuk rapid test dan swab.

 

Langgar Prokes

Menurut, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara bahwa malam Minggu ini Pemkot Surabaya menggelar patroli protokol kesehatan seperti biasanya. Bahkan, di masing-masing kecamatan juga digelar operasi serupa untuk menjamin semua warga sudah mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Sedangkan untuk yang di Taman Bungkul saat ini langsung dipimpin oleh Ibu Wali Kota. Ternyata, memang masih banyak yang melanggar (protokol) karena tidak jaga jarak,” kata Febriadhitya, Minggu (18/10/2020).

Akhirnya, dengan operasi mendadak ini bisa mendapatkan sekitar 300 warga yang pada saat itu pula dilakukan rapid test. Bagi pengunjung yang diketahui hasil rapid test-nya reaktif, maka langsung dilakukan pemeriksaan swab.

“Nah, jika ada yang reaktif atau positif Covid-19, dia akan langsung diisolasi di Hotel Asrama Haji untuk warga Surabaya. Sedangkan bagi warga luar Surabaya yang reaktif, kami akan berkoordinasi dengan rumah sakit lapangan (Indrapura) untuk isolasi di sana,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Surabaya, Eddy Christijanto mengungkapkan bahwa pada Sabtu (17/10/20) merupakan kegiatan menindaklanjuti untuk dilakukan Rapid On The Spot dan Swab Hunter di Seputaran Taman Bungkul.

"Sasarannya pengunjung Kafe di seputaran Taman Bungkul dan pengguna jalan yang melintas di seputaran Taman Bungkul," ungkapnya.

 

Reaktif, Diamankan di Hotel 88

Petugas gabungan langsung melakukan penyisiran dan Blocking area di titik - titik keramaian yang berada di seputaran Taman Bungkul.

Setelah melakukan penyisiran dan blocking area, petugas menjaring muda mudi yang nongkrong di seputaran Taman Bungkul. Kemudian di arahkan untuk mengikuti Rapid Antigen yang berada di Halaman Taman Bungkul. "Setelah di lakukan Rapid tes, total Peserta 222 Orang, yang di Swab 21 Orang, yang di Rapid 201 Orang. Lalu hasil Reaktif 4 Orang, dan hasil non reaktif 197 Orang," terang Eddy.

Sebagai 4 warga dengan hasil tes Rapid Reaktif dinaikkan ke armada Truk penumpang BPB & Linmas untuk di luncurkan ke tempat isolasi di Hotel 88 Embong Kenongo.

Proses giat Rapid On The Spot dan Swab Hunter di Seputaran Taman Bungkul keseluruhan berjalan dengan lancar dan aman terkendali.

Disinggung mengenai hasil keseluruhan masyarakat yang terjaring oleh tim swab hunter hingga saat ini, Eddy mengatakan bahwa sekitar 3.000 orang yang telah terjaring dan 15.000 orang yang telah di lakukan rapid dan swab sebelum tim swab hunter terbentuk.

"Swab sekitar 3.000 untuk yang terjaring swab hunter. Kemudian yang rapid tes on the spot sebelum swab hunter sekitar 15.000an," pungkasnya. byt





Berita Terkait