Terdapat Puluhan Sayatan pada Korban Pembunuhan Istri di Jombang

04 Agustus 2020

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Terdapat puluhan sayatan dan luka bacok pada bagian kepala di jenazah Sri Istuning Ati (48), warga Dusun Ngenden, Desa Rejoslamet, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur.

Sri merupakan korban pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya. Sementara, anaknya, Noval Fitri Choirul Huda (19), menderita patah tulang tengkorak. Hal itu diketahui setelah hasil autopsi keluar.

Hasil autopsi terhadap jenazah Sri Istuningati, 48 yang dibunuh suaminya akhirnya keluar, Polisi menyebut ditemukan puluhan sayatan di bagian kepalanya. Sementara sang anak, menderita patah tulang tengkorak.

Kasatreskrim Polres Jombang, AKP Cristian Kosasih mengatakan, dari hasil autopsi diketahui ada puluhan luka bacok dan luka sayatan di bagian kepala korban akibat serangan Safa’at.

“Total diketahui ada 21 sayatan di bagian kepala. Namun yang paling parah di leher, yang paling fatal, jadi hasilnya begitu. Kematian korban diakibatkan kehabisan darah setelah adanya pendarahan hebat di bagian leher akibat sayatan,” katanya, Selasa (04/8/2020).

Menurut penjelasan Cristian, bahwa jenazah korban usai di autopsi, sudah dikembalikan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Hingga kemarin, ia belum bisa melakukan pemeriksaan pada Noval. “Pemeriksaan anaknya belum. Kita tunggu kondisinya dia stabil dahulu,” tukasnya.

Sementara itu Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran mengungkapkan, bahwa pada Minggu, (02/8/2020) ada pasien masuk dari RSK Mojowarno atas nama Noval.

"Saat datang kondisinya cukup parah. Kondisi Noval mengalami patah pada tengkorak di bagian pelipis. Jadi memang belum tentu ada luar, namun kondisi itu yang paling parah kemarin," ungkapnya.

Pudji menjelaskan, Noval mengalami trauma tumpul pada kepala akibat benda tajam. Patahnya tulang tengkorak itu bisa berujung pada kematian.

"Pecahan tengkorak itu bisa saja melukai bagian otak dan syaraf yang memicu hilangnya kesadaran. Untung kondisi kesadaran sampai sekarang masih baik, syarafnya juga belum ada gangguan,” jelasnya.

Pudji menegaskan, bahwa Noval hingga kini masih dalam pengawasan dan pantauan dokter. Termasuk terkait kemungkinan perlunya ada operasi atau tidak. "Kita masih konsultasikan dengan dokter bedah syaraf,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Sri Istuning Ati dihabisi oleh suaminya sendiri, Safa'at (49), di rumahnya sendiri dan melukai anak kandungnya sendiri sekitar pukul 20.00 WIB, pada Jumat, (31/7/2020).(suf)





Berita Terkait