Tikus dan Kera, Uji Coba Vaksin Merah Putih

09 November 2020 : 21:37:52

Rektor Universitas Airlangga Prof Mohammad Nasih menandatangani Kerja Sama dengan Biotis Pharmaceuticals Indonesia untuk pengembangan vaksin Merah Putih. Sp/Byta Indrawati

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Tikus hingga kera akan dijadikan animal trial vaksin merah putih buatan Universitas Airlangga Surabaya. Ini uji validasi dan preklinis pada Desember 2020.

Demikian dikatakan Rektor Unair Prof Mohammad Nasih. “Tim peneliti sudah menyelesaikan uji invitro tahap tiga. Namun perlu proses lanjutam menggunakan teknologi yang lebih maju untuk pembiakan. Oleh karena itu, Unair menggandeng PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia. Di sana (Biotis) akan dilakukan animal trial dalam beberapa bulan. Setelah oke, insyaallah kita akan lanjutkan (ke tahap berikutnya uji manusia)," kata Nasih usai sidang terbuka Dies Natalis Unair ke-66 di Gedung MRektorat Unair, Senin kemarin (9/11/2020).

Nasih menambahkan, Unair tidak memiliki fasilitas uji hewan. Maka, pihaknya menggandeng Biotis untuk pengujian pada kera.

"Setelah kera sukses, efektif, tidak ada dampak signifikan, akan kita lanjutkan dengan trial ke manusia," tambahnya.

 

Turut Berkontribusi

Menurut Prof Nasih, uji hewan prosesnya sedikit panjang. Akan tetapi, menurutnya itu tidak menjadi persoalan, yang terpenting ialah semua akademisi Unair turut berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Unair memprediksi, uji validasi dan preklinis akan dilakukan sejak Desember 2020 hingga Oktober 2021. Kemudian vaksin akan diproduksi pada akhir 2021. Selanjutnya uji klinis tahap 5 akan dilakukan di RSU dr Soetomo pada awal 2022.

"Soal dipakai atau tidak dipakai industri dan bisnisnya, kami serahkan sepenuhnya pada pihak-pihak yang melakukan dan memiliki kewenangan di sana, yaitu vaksin," jelasnya.

 

Tahap Validasi

Sementara Ketua Tim Peneliti Unair Prof Ni Nyoman Tri Puspaningsih menambahkan, uji tahap 1, 2 dan 3 vaksin merah putih sudah berhasil, dan menghasilkan rekombinan vektor adenovirus dan adenoascociate virus.

"Hasil yang didapatkan spike dari Wuhan dan spike mutan yang ditemukan di Surabaya. Kita menggunakan vaksin yang terinfeksi di Indonesia dan sama dengan Wuhan. Dari 5 tahap, 3 di antaranya sudah. Sekarang tahap validasi dan uji tantang, baru ke PT Biotis untuk animal trail," pungkasnya.

Sementara itu, FX Sudirman Direktur Utama PT Biotis Pharmaceutical mengungkapkan bila pihaknya siap untuk melakukan upskilling dari penelitian/pengembangan Vaksin Merah Putih.

"Kita rencanakan Desember akhir tahun, kita akan lakukan uji di hewan. Memang sangat awal tetapi ini sangat mendesak. Maka yang seharusnya kita lakukan dalam beberapa tahun maka kita manfaatkan dalam waktu singkat. Sektor vaksin mamalia maka investasi cukup besar ratusan juta dolar, tapi kita memiliki fasilitas yang tidak di desain khusus untuk Covid tapi kita ubah sedikit untuk menyesuaikan untuk memproduksi vaksin," tandasnya. n byt/cr2/rmc

 

 





Berita Terkait