Hanya 130 Juta, UPT Keramik di Malang Perlu Dukungan Pemprov Jatim

author Riko Abdiono

- Pewarta

Selasa, 26 Mar 2024 16:29 WIB

Hanya 130 Juta, UPT Keramik di Malang Perlu Dukungan Pemprov Jatim

i

Komisi B DPRD Jatim saat meninjau langsung UPT Pengembanganan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif Disperindag Jatim di Malang, Selasa (26/03/2024). SP/ Riko

SURABAYAPAGI.com, Malang - Komisi B DPRD Jawa Timur mulai mencari terobosan agar aset dan kantor- kantor milik Pemprov Jawa Timur semakin bermanfaat secara ekonomi. Kali ini Komisi yang membidangi perekonomian ini melihat langsung UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif Malang dengan sub Unit kerajinan Keramik di Kota Malang milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur.

Habib Mahdi Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim mengatakan, UPT dinas selayaknya bisa menjadi alternatif mendongkrak pendapatan daerah. Terlebih Disperindag merupakan pengungkit utama Ekonomi yg bisa menghasilkan PAD.

Baca Juga: Ungguli Surabaya, Kota Mojokerto Sabet Juara II Penghargaan Pembangunan Daerah Tingkat Jatim

“Kami melihat UPT dibawah dinas memiliki potensi besar untuk kita genjot menjadi alternatif pendapatan asli daerah,” jelas Mahdi, di Malang UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif Disperindag Jatim, di Malang, Selasa (26/03/2024).

Kepala Disperindag Jatim, Iwan S.Hut mengatakan aset di UPT ini perlu dilakukan Optimalisasi pengelolaan aset di UPT yang memilik sub unit keramik dan batik ini. Karena sejauh ini UPT yang terletak di lokasi strategis ini hanya memiliki 10 orang Pegawai. Dengan capaian PAD tahun 2023 sebesar 120 juta dan target 2024 sebesar 130 juta.

“Tahun 2024 target PAD kami di UPT Malang ini sebesar 130 juta namun Sampai bulan Maret ini sudah tercapat 80jt. Sehingga kami optimis dapat melebih target PAD di tahun 2024,” jelas Iwan yang megatakan UPT sub Unit keramik ini adalah Satu satunya dari 9 UPT Keramik eks Kanwil Indag RI yang masih beroperasi di Indonesia.

Baca Juga: Pemprov Diapresiasi Kemenkumham Jatim

Sementara itu, Agus Dono Wibawanto Anggota Komisi B DPRD Jatim menilai perlu ada inovasi pengembangan UPT sub unit keramik ini dalam memfasilitasi pelakuk industri kecil menengaj (IKM) kemarik di Malang. Ia mencobtohkan, Daerah Dinoyo Malang, tahun 1980-an terkenal dengan produksi Keramik asli Malang. Hasil kerajinan keramik dari IKM ini salah satunya bisa digunakan untuk souvenir l oleh wisatawan yang berkunjung ke Jatim atau Malang.

“Kita kalau ke luar negeri, oleh travel guide nya pasti diajak ke sentra sentra kerajinan lokal, disana mau tak mau harus beli sebagai oleh oleh pertanda kita pernah datag ke tempat itu. Nah ini bisa dicontoh oleh Kota Malang, arahkan wisatawan ke sentra kerajinan Keramik,” cetus politisi Demokrat asli Malang ini.

Terkait PAD yang masih sedikit, Agus Dono menilai, saat ini ketika ada sesuatu yang merosot seharusnya dihidupkan dan ditingkatkan. Bukan malah dikurangi perhatiannya atau malah dimatikan.

Baca Juga: Dua Pelaku Pembunuhan di Pakis Berhasil Diringkus Satreskrim Polres Malang

“Bila perlu dikerjasamakan, dikasih anggaran dan di BLUD kan, sehingga bisa melibatkan pihak ketiga. Justru ini nanti pengungkitnya luar biasa, upt keramik ini jangan sampai dimatikan,” usulnya lagi.

Senada, Hadinuddin Anggota Komisi B DPRD Jatim mengatakan banyak yang masih perlu diperbaiki dari UPT Disperindag yang berlokasi di tengah Kota Malang ini. Mulai dari manajemen SDM nya, pengaturan cahflow nya sampai bagaikana cara pemasaran produk IKM keramik ini.

“Ini kan lembaga percontohan, UPT sebagai pembina IKM. Kalau pembina tidak produktif bagaimana IKM bisa produktif?, maka perlu strategi jangka pendek dan panjang supaya IKM bisa lebih produktif,” jelas politisi Partai Gerindra ini yang berharap ada inovasi dan dukungan dari Pemprov Jatim agar UPT ini dapat menjadi ujung tombak tumbuhnya ekonomi di daerah. rko

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU