Franz Magnis: Presiden Gunakan Kekuasaannya Untungkan Beberapa Pihak, Sama Seperti Mafia

author Erick Kresnadi Koresponden Jakarta

- Pewarta

Selasa, 02 Apr 2024 13:27 WIB

Franz Magnis: Presiden Gunakan Kekuasaannya Untungkan Beberapa Pihak, Sama Seperti Mafia

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ahli Franz Magnis-Suseno atau Romo Magnis, mengingatkan Presiden harus melayani semua masyarakat. 

Romo Magnis mengatakan presiden merupakan penguasa bagi rakyat Indonesia.

Baca Juga: Mantan Jenderal, Aktivis 1998, Sampai Tokoh Agama Ikut Ajukan Amicus Curiae

"Pertama, dia harus menunjukkan kesadaran bahwa yang menjadi tanggung jawabnya adalah keselamatan seluruh bangsa," kata Profesor Filsafat STF Driyakara saat memberikan keterangan dalam sidang sengketa Pilpres di MK, Jakarta Pusat, Selasa tadi (2/4/2024).
Romo Magnis mengatakan presiden merupakan penguasa bagi rakyat Indonesia.

"Pertama, dia harus menunjukkan kesadaran bahwa yang menjadi tanggung jawabnya adalah keselamatan seluruh bangsa," ucapnya.

Presiden yang menggunakan kekuasaan untuk menguntungkan keluarganya merupakan kesalahan fatal. Dia pun menilai jika hal itu terjadi, maka presiden telah kehilangan wawasannya sebagai presiden.

"Kalaupun dia misalnya berasal dari satu partai, begitu dia menjadi presiden, segenap tindakannya harus demi keselamatan semua," ujarnya.

Baca Juga: Amicus Curiae, Terobosan Hukum

"Memakai kekuasaan untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu membuat presiden menjadi mirip menjadi dengan pimpinan organisasi mafia," sambungnya.

 

Kutip filosofi Immanuel Kant
Romo Magnis mengatakan berdasarkan filosofi Immanuel Kant, masyarakat akan menaati pemerintah dengan senang, jika pemerintah bertindak atas dasar hukum yang adil.

Baca Juga: Ajuan Amicus Curiae Megawati, Didalami Hakim MK

Namun, kata dia, jika penguasa bertindak di luar hukum akan membuat masyarakat menjadi enggan untuk menaati hukum.

"Akibatnya, hidup dalam masyarakat tidak lagi aman. Negara hukum akan merosot menjadi negara kekuasaan dan mirip dengan wilayah kekuasaan sebuah mafia," pungkasnya. jk/erc/rmc

Editor : Raditya Mohammer Khadaffi

BERITA TERBARU