2024, BKKBN Jatim Targetkan Angka Stunting Turun 14%

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 03 Apr 2024 18:37 WIB

2024, BKKBN Jatim Targetkan Angka Stunting Turun 14%

SURABAYAPAGI, Surabaya - Melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menargetkan penurunan stunting di angka 14 persen pada 2024.

Kepala BKKBN Jatim, Maria Ernawati mengatakan, untuk mewujudkan percepatan target tersebut, perlu sinergi antar berbagai pihak, mulai dari instansi terkait, akademisi, hingga masyarakat itu sendiri.

Baca Juga: Tiga Daerah di Jatim Masuki Tahap Panen Raya

"Kita ingin membuat satu komitmen tentang bagaimana pelaksanaan program bangga kencana, pembangunan keluarga dan kependudukan keluarga berencana, serta percepatan penurunan stunting ini, harus kita selesaikan 14 persen di tahun ini. Amanahnya Perpres kan 14 persen tahun ini," jelas Maria dalam Rakerda di Surabaya, Rabu (3/4).

Menurut Maria, untuk mewujudkan target itu, akan dilakukan dengan membentuk satya gatra, pusat pelayanan keluarga sejahtera di berbagai kecamatan dan balai penyuluh keluarga berencana.

"Pelayanannya ini ada sembilan kegiatan, mulai dari konseling hingga KB, konselingnya macam-macam, untuk keluarga dan sebagainya," katanya.

Dalam Rakerda program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting di Jatim itu, juga akan dilakukan upaya memetik bonus demografi untuk mendukung Indonesia Emas 2045.

"Jadi, bonus demografi ini kalau di level provinsi sudah mau selesai. Namun, ada di 38 kabupaten yang baru akan, sedang, dan sudah akan selesai. Dan ini tentu saja, cara memetiknya dan aksinya berbeda," beber Maria.

Baca Juga: Mentan Amran Sulaiman Salurkan Bantuan Alsintan Lebih dari Rp200 Miliar untuk Petani Jatim

Seluruh upaya itu, kata dia, harus dibarengi juga dengan edukasi kepada masyarakat lewat berbagai instrumen, mulai dari sektor pendidikan hingga media.

"InsyaAllah, mudah-mudahan kita bisa, kalau kita bergerak bersama-sama mengharmoniskan langkah mitra-mitra bersama dalam satu tujuan," harap Maria.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jatim, Erwin Astha Triyono menyatakan dukungan atas langkah penurunan stunting dari BKKBN Jatim tersebut.

Baca Juga: UPTD Liponsos Jember Overload Tangani Lansia dan ODGJ, Dinsos Jatim Turun Tangan

"Memberikan support yang maksimal kepada BKKBN perwakilan Jatim. Yang jelas, stunting ini adalah progam bersama menuju Indonesia emas 2045," terang dia.

Seperti diketahui, di Jatim pada Tahun 2022 prevalensi stunting berada di angka 19,2 persen. Sedangkan di Tahun 2023 masih dalam tahap perhitungan resmi. Dan Tahun 2024 ini, ditargetkan berada di angka 14 persen sesuai dengan amanah Perpres terkait stunting.sb/ana

 

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU