AMPG Jatim Bentuk Struktur sampai Desa Menangkan Airlangga di Pilpres 2024

14 Januari 2022 : 19:12:39

Pengukuhan pengurus AMPG Jatim periode 2022-2027 di kantor DPD Golkar Jatim jalan A Yani pada Kamis (13/1/2022).

SURABAYA - Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Jawa Timur mengintruksikan kadernya gencar mendekati generasi milenial agar bisa menyumbangkan suara di Pemilu 2024 mendatang.
Karena itu, sayap partai Golkar itu menargetkan agar bisa membentuk struktur kepengurusan hingga di grass root.
“Kegiatan ini sangat penting karena AMPG adalah sayap partai yang diharapkan punya struktur sampai tingkat ke bawah. Sebagai sayap partai, AMPG ini memang spesialis menggarap kaum milenial,” kata ketua AMPG Jawa Timur Pranaya Yudha Mahardika dalam acara pengukuhan pengurus AMPG Jatim periode 2022-2027 di kantor DPD Golkar Jatim jalan A Yani pada Kamis (13/1/2022).
Dikatakan Pranaya Yudha, selain membentuk struktur sampai tingkat bawah, pihaknya juga memperkuat tim di media sosial, agar bisa bekerja maksimal memenangkan Partai Golkar di Pemilu 2024 mendatang.
“Jadi peran AMPG ini sangat penting dan kita sudah mulai melakukan digitalisasi pendataan pengurus dan kader se-Indonesia. Nah ini yang sedang proses sekarang. Ini bagian dari persiapan untuk menghadapi pemilu yang akan datang supaya bisa memenangkan Partai Golkar di Pileg 2024 dan Pak Airlangga Hartarto di Pilpres 2024 mendatang,” tambahnya.
Anggota DPRD Jawa Timur itu menandaskan, pembentukan pengurus sampai struktur bawah sangat penting. Mengingat, nantinya, kader juga bisa menjadi saksi dalam Pemiu 2024 mendatang.
AMPG Jatim siap bersinergi dengan Badan Saksi Nasional (BSN) Partai Golkar, untuk mengawal suara di Pemilu mendatang.
“Kebetulan, ketua harian AMPG Pusat adalah sebagai kepala BSN (Badan Saksi Nasional). Tentunya nanti akan ada banyak sinergitas antara BSN Partai Golkar dengan AMPG,” jelasnya.
Wakil Ketua DPD Golkar Jatim mengatakan, AMPG Jatim juga terus menggelar pendidikan politik bagi generasi milenial. Pasalnya, mereka harus disadarkan agar berperan aktif dan tidak apatis terhadap politik.
Kontribusi generasi milenial diperlukan agar memberikan suara dan sumbangsih politiknya terutama menjelang suksesi kepemimpinan di 2024 mendatang.
“Untuk kader, selain kita data dan perbanyak jumlahnya, tentu juga harus kita isi kapasitasnya. Kedepan kita akan banyak melakukan kegiatan pendidikan politik dan mempersiapkan kader,” pungkasnya. rko





Berita Terkait