BCL Tak Diundang Istana

15 Januari 2021 : 21:21:57

Bunga Citra Lestari alias BCL

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bunga Citra Lestari alias BCL sempat diisukan menjadi salah satu selebriti yang menerima vaksin Covid-19 Sinovac pertama bersama Raffi Ahmad. Namun, hingga saat ini pihak BCL belum mendapatkan kabar dari pemerintah.

Sebelumnya, BCL bersama beberapa figur publik lainnya, seperti Raffi Ahmad dan Najwa Shihab, disebut-sebut masuk daftar kelompok dan individu penerima vaksin Covid-19 perdana pada 13-15 Januari 2021.

Namun hingga kini, BCL tak juga muncul, ia tak terlihat menerima vaksin Covid-19. Terkait hal ini, sang manajer, Doddy, memberi pernyataan.

Pihaknya mengaku belum dapat undangan resmi dari Istana. "Belum terima undangan," tutur Doddy.

Manajer BCL merasa kabar sang klien menerima undangan vaksinasi hanya isu semata. "Sepertinya begitu (cuma isu)" ucapnya singkat. Sebelumnya, sang manajer juga memang belum membenarkan bahwa istri mendiang Ashraf Sinclair ini diundang oleh pihak Istana untuk mendapat vaksin Sinovac perdana.

"Aku masih menunggu konfirmasi istana, belum bisa ngomong," kata Dodi, manajer pelantun lagu "Sunny" tersebut.

Isu ini tersebar dari tangkapan layar yang berisi daftar kelompok dan individu penerima vaksin corona berlogo Kementerian Kesehatan RI. Gambar yang beredar di media sosial itu bertajuk Rencana Penyuntikan Perdana 13-15 Januari 2021.

Namun, Kementerian Kesehatan kala itu tak mengonfirmasi daftar penerima vaksin yang tersebar tersebut. BCL dan Najwa Shihab tak terlihat dalam jajaran penerima vaksin pertama di Istana Merdeka.

Sementara itu, Raffi Ahmad telah divaksin pada Rabu (13/1/2021) pagi. Suami Nagita slavina ini tampak tenang saat vaksin Sinovac disuntikkan ke lengannya.

Usai menerima vaksin tersebut, Raffi Ahmad kemudian mengacungkan jempolnya sebagai tanda ia baik-baik saja setelah divaksin. Setelahnya, Raffi Ahmad menyampaikan terima kasih kepada petugas yang memberi vaksin.

Walaupun Raffi sempat dihujat karena setelah divaksin justru berpesta dan berkumpul dengan rekan-rekannya tanpa menggunakan masker dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Namun menanggapi hal tersebut, Raffi langsung klarifikasi dan meminta maaf atas tindakannya tersebut kepada publik dan istana kepresidenan khususnya Presiden Joko Widodo.

Penyuntikan perdana ini dilakukan dengan vaksin Covid-19 CoronaVac buatan perusahaan asal China. BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Sinovac. BPOM menyebut vaksin Sinovac memiliki efikasi sebesar 65,3 persen.

Efek samping bersifat lokal di antaranya berupa nyeri, iritasi, pembengkakan. Sementara itu, ada pula efek samping sistemik, berupa nyeri otot, fetik, dan demam.

Frekuensi efek samping dengan derajat berat, sakit kepala, gangguan di kulit, atau diare yang dilaporkan hanya 0,1 sampai dengan 1 persen. Semua itu bukan efek samping yang berbahaya dan dapat pulih kembali.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa halal untuk penggunaan vaksin Sinovac. jk/ds





Berita Terkait