Berbisnis Keripik Buah Hingga Tembus Pasar Internasional

29 April 2021 : 09:52:06

Nurchaeti, pemilik pabrikan CV N&N Internasional bersama Presiden Joko Widodo. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pandemi Covid-19 membuat aktivitas ekonomi menurun dan mengalami banyak kerugian. Sebagian besar mata pencaharian lumpuh. Namun bagi Nurchaeti, pemilik pabrikan CV N&N Internasional yang memproduksi keripik buah. Produknya diminati pasar internasional. Belasan negara, termasuk negara Eropa dan kawasan Timur Tengah.

Berkat keuletannya, pendapatan yang semula ambles jadi merangkak naik. Buktinya, Titi bisa membeli 2 ruko bisnis secara tunai untuk mengembangkan bisnisnya. Tak hanya itu, perusahaan Titi juga malah membuka rekrutmen untuk posisi baru, tanpa memangkas karyawan yang ada.

Sebagai wanita yang pernah bekerja 3 tahun sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), atau yang saat ini disebut Pekerja Migran Indonesia (PMI), Titi memahami betul kalau PMI butuh ruang untuk sekadar bekerja. Sebanyak 70 persen karyawan CV N&N International berasal dari PMI yang sudah tidak bekerja lagi. Lalu 15 persennya berasal dari kalangan masyarakat yang minim titel pendidikan.

"Kami punya rumah belajar pekerja migran, siapapun yang mau belajar itu silakan, free. Kami ajarkan 1.000 orang tanpa biaya apapun, asal mereka mau belajar," katanya, Kamis (29/4/2021).

Selain itu, Beberapa karyawannya di perusahaan juga berhasil memiliki posisi penting meski tidak menamatkan pendidikan sekolah dasar berkat pelatihan yang digelar. Dibuktikan dari beberapa muridnya bahkan bisa berbisnis sendiri dan memiliki 2 hingga 3 cabang.

Sisanya, ibu rumah tangga di lingkungan sekitarnya yang ikut memiliki pendapatan tambahan dan membantu ekonomi keluarga di tengah pandemi. "Kami nggak lihat background, latar belakang, latar pendidikan. Mau kamu mantan preman, kalau mau berusaha, kita belajar sama-sama," ujarnya.

Menurut Titi, pemberdayaan masyarakat lebih dari sekadar mempekerjakan orang. Rantai manfaatnya sangat panjang, mulai dari membantu masyarakat bertahan hidup hingga mempengaruhi kemajuan negara sebesar Indonesia.

"Karena meskipun kita, diibaratkan punya usaha, mengajak 10 orang untuk bekerja sama kita, 10 orang saja, apakah itu bukan namanya menciptakan lapangan kerja? Kalau yang melakukan seperti ini banyak, pasti lebih banyak lagi lapangan kerja tercipta, dan masalah pengangguran akan berangsur teratasi," pungkasnya. Dsy2





Berita Terkait