Dewan Gandeng Unair untuk Inisiasi Ensiklopedia Budaya Surabaya

07 April 2021 : 21:42:32

Rembugan DPRD Surabaya bersama beberapa akademisi Unair, Rabu (7/4).

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – DPRD Surabaya berinisiatif akan membuat sebuah ensiklopedia kota Surabaya yang berisi beragam budaya khas Surabaya. Nantinya, DPRD Surabaya akan menggandeng Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga Surabaya.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Surabaya A. Hermas Thony saat berembug dengan beberapa akademisi dari Unair dan anggota Komisi D DPRD Surabaya, Rabu (7/4/2021).

Selain menggagas Ensiklopedia budaya Surabaya, juga menginisasi raperda tentang pemajuan budaya Surabaya dan buku toponimi tentang kampung-kampung di Kota Surabaya.

"Kalau bidang pembangunan kiblatnya kan ITS, kalau bidang budaya ada kampus Unair, kita mencoba menggali ini dan kerjasama yang bagus," ujarnya saat bertemu dengan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unair Prof. Dr. Purnawan Basundoro yang didampingi Suko Widodo dan anggota Komisi D DPRD Surabaya Dyah Katarina di ruang kerjanya, Rabu (7/4/2021).

Politisi Partai Gerindra ini memaparkan bahwa kerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Unair ini sebagai langkah awal untuk merangkul akademisi. Sehingga, harapannya komunikasi lembaga dewan dengan kampus lebih intens. "Ini tradisi yang akan bangun, karena dewan agak alergi dengan kampus, mungkin karena tempatnya orang kritis," ucap AH Thony.

Terpisah, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unair Prof. Dr. Purnawan Basundoro menyambut baik kerjasama tersebut. Pihaknya akan menggerakkan para dosen yang memang memiliki kualifikasi di bidangnya masing-masing.

"Kerjasama ini inisiatif untuk memajukan kebudayaan kota Surabaya. Karena sejarah dan budaya Surabaya sangat banyak, dimana itu harus diselamatkan," urainya.

Prof. Dr. Purnawan Basundoro menambahkan bahwa pengembangan budaya di Surabaya harus memiliki landasan hukum. Undang-undang nasional memang sudah ada, tetapi dengan dibuatnya perda maka pengembangan secara khusus budaya Surabaya butuh perda.

"Aspek kesejarahan tidak dirawat, maka akan hilang, Surabaya kota pahlawan, tapi kalau tidak diajarkan anak muda tidak akan tahu," terangnya.

Unsur kepahlawanan Surabaya tidak hanya mengacu kepada peristiwa 10 Nopember. Seperti perlawanan masyarakat Surabaya terhadap Mataram yang menjajah Surabaya pada awal abad 17.

"Selain perda, Kota surabaya butuh ensiklopedi kota Surabaya yang selama ini belum ada. Ini akan menjadi referensi yang mengetahui semuanya, baik budaya, sosial tokoh, politik dan lainnya. Pokoknya semuanya yang berkaitan dengna Surabaya. Ini proyek besar. Juga akan membuat buku tentang toponimi," pungkasnya. alq/cr2/ana





Berita Terkait