Fraksi PDI-P Sebut Gender Development Indeks Perlu Ditingkatkan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 17 Sep 2023 15:43 WIB

Fraksi PDI-P Sebut Gender Development Indeks Perlu Ditingkatkan

i

Sri Untari Bisowarno Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim. SP/ Riku Abdiono

SURABAYAPAGI.com, Malang - Capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) dan Gender Development Indeks (GDI) Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2022 nampaknya belum terlalu memuaskan. Sebab masih terdapat ketimpangan atau gap yang cukup besar antara IPG dan IDG.

Hal itu diungkapkan Sri Untari Bisowarno, Ketua Fraksi PDI-P DPRD Jatim. Dijelaskannya, IPG Jatim sudah lumayan tinggi di angka 92. 

“Sedangkan IDG kita ternyata masih rendah di kisaran 72," kata Sri Untari Bisowarno anggota Komisi E DPRD Jatim saat menggelar rapat koordinasi dengan OPD-OPD mitra komisi bidang Kesra terkait Raperda P-APBD Jatim 2023 di kantor Bakorwil Malang, Rabu (13/09/2023). 

Padahal penghitungan IPG mengacu pada metodologi yang digunakan UNDP dalam menghitung Gender Development Indeks (GDI). GDI sendiri mengukur kesenjangan gender melalui capaian tiga dimensi dasar pembangunan manusia. Antara lain kesehatan, yang diukur dengan angka harapan hidup perempuan dan laki-laki saat lahir. 

Lalu pendidikan, diukur dengan perkiraan lama sekolah perempuan dan laki-laki untuk anak-anak dan rata-rata lama sekolah perempuan dan laki-laki untuk orang dewasa berusia 25 tahun ke atas dan penguasaan sumber daya ekonomi, diukur berdasarkan perkiraan pendapatan yang diperoleh perempuan dan laki-laki.

Yang menarik, kata Untari diantara indikator yang menyebabkan DGI Jatim rendah adalah masih rendahnya partisipasi perempuan di parlemen, partisipasi perempuan dalam hal pendapatan (ekonomi), dan jumlah profesional perempuan juga masih rendah. 

"Makanya kita harus terus menerus mendorong bagaimana DGI ini terus meningkat. Caranya adalah dengan membuat teman teman perempuan yang punya kualitas baik itu diberikan tempat yang baik ini posisi posisi yang baik di Jatim maupun di kabupaten kota yang merupakan pancaran dari Jatim," jelasnya.

Fraksi PDI-P kata Untari akan konsen dengan  menyiapkan lebih dari 30% perwakilan perempuan sebagai caleg di berbagai tingkatan asal Jatim di Pemilu 2024. Khusus untuk caleg DPRD Jatim ada 42 orang perempuan yang didaftarkan sebagai caleg. 

"Tentu kami berharap untuk kepentingan mengurus tentang keterwakilan perempuan di parlemen, saya support women support women sehingga mereka bisa terpilih menjadi wakil rakyat," jelas Untari.

Menurut politikus asal Malang, sudah banyak perempuan yang bisa menduduki jabatan publik dan sukses. Misal Presiden Megawati, Ketua DPR Puan Maharani, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Bupati/Walikota perempuan maupun kepala OPD di Jatim yang dijabat seorang perempuan.

"Tak selamanya perempuan itu lemah dibanding laki laki karena sudah banyak bukti mereka bisa menempati jabatan apa saja dan sukses. Jadi laki laki dan perempuan itu sebenarnya sama saja," dalih ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim. rko/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU