Gubernur Khofifah dan Bupati Jember Kunjungi Warga Terdampak Banjir

03 Maret 2021 : 21:24:19

Gubernur Jawa Timur bersama Bupati Jember melakukan peninjauan Bencana Banjir di Dusun Kreongan, Rabu (03/03/2021). SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI 

SURABAYAPAGI, Surabaya - Gubernur Jawa Timur melakukan peninjauan Bencana Banjir di Dusun Kreongan, Kelurahan Jember lor, Kec Patrang Kab. Jember. Kunjungan itu dilangsungkan oleh Khofifah Indar Parawansa usai menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Jember. Rabu (03/03/2021).

Air di sungai yang melewati tiga kecamatan, yakni Kecamatan Patrang, Bangsalsari, dan Rambipuji meluap karena tingginya curah hujan di lereng Gunung Argopuro pada Sabtu (27/02/2021). Yang menjadi sorotan adalah, salah satu dari ratusan rumah yang kebanjiran tersebut merupakan kediaman Bupati Jember yang baru saja dilantik, Hendy Siswanto.

Saat peninjauan Khofifah melihat lokasi tampak genangan banjir sudah surut total dan masyarakat melakukan kegiatan normal kembali dan melakukan pembersihan. Meski demikian, disekitar area terdampak Banjir, Tagana Dinsos Kabupaten Jember mendirikan Dapur Umum di Mako Tagana (belakang Hotel Ardi Chandra) dengan logistik dari BPBD Kabupaten Jember serta menyalurkan beberapa bantuan yang bisa dimanfaatkan warga. 

Antusiasme warga sangat terpampang ketika menyambut kedatangan Gubernur perempuan pertama di Jatim itu. Pada saat tiba, mantan Menteri Sosial itu hendak bersosialisasi dan berdialog dengan warga.

Usai berdialog dengan warga dan membagikan sembako dan masker serta alat tulis kepada anak anak, Gubernur Khofifah menyatakan, bahwa curah hujan yang melanda beberapa daerah di Jatim merupakan bentuk dari bencana Hidrometeorologi. 

f3c1a115-a2cb-4290-ba28-008b1cfe30e0

Namun, Pemprov Jatim dan Pemkab Jember tidak tinggal diam dan melakukan sejumlah langkah antisipatif seperti segera melakukan pengerukan terhadap sungai akibat sedimentasi atau banyaknya endapan lumpur di sungai. 

Maka, dalam waktu dekat, Khofifah meminta untuk dilakukan pengerukan secara berkala terhadap seluruh sungai. "Pak Bupati membutuhkan bantuan berupa eskavator dan segera akan kami kirimkan. Nanti saya minta tim PU SDA Jember bisa berkoordinasi dengan tim dari PU SDA Prov. Jatim," ungkapnya. 

Terlebih lagi, selain pengerukan terhadap sedimentasi sungai juga harus di cek plengsengan plengsengan tepi sungai. Untuk itu, seluruh Dinas terkait harus saling berkoordinasi mencegah sekaligus mengantisipasi jika terdapat curah hujan yang cukup tinggi agar tidak terjadi banjir atau bencana lainnya.

Bupati Jember Hendy mengemukakan, setidaknya ada dua faktor penyebab banjir di Jember. Penyebabnya yakni sedimen lumpur di dalam sungai dan saluran-saluran air yang tertutup. 

Bedasarkan data dari BPBD Kab. Jember, dari ketiga sungai yang meluap di lokasi Sungai Kalijompo: Kec. Kaliwates, Kec. Patrang, Kec. Sukorambi, Sungai Dinoyo: Kec. Rambipuji, Sungai Petung: Kec. Bangsalsari berdampak terhadap sejumlah kerusakan antara lain Rumah terdampak: 155 unit, fasum terdampak: 4 unit (tempat ibadah), rumah rusak ringan: 1 unit, rumah rusak sedang: 1 unit dan jembatan rusak berat: 1 unit.

Gubernur Khofifah melalui BPBD Prov Jatim menurunkan bantuan berupa sejumlah sembako dan masker sekaligus membagikan 80 kontainer paket kebersihan yang bisa digunakan warga pasca banjir. mbi





Berita Terkait