Irjen Ferdy Sendiri yang Perjelas Motif Pembunuhan

05 Agustus 2022 : 20:46:23

Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kamis (4/8/2022), Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) nonakfif Polri Irjen Ferdy Sambo, tampil di hadapan publik. Ini merupakan kemunculan pertama Sambo setelah hampir sebulan kasus kematian Brigadir J bergulir.

Ferdy Sambo, dengan seragam dinas Polri bicara atas kasus di rumah dinasnya. Dia menyampaikan permohonan maaf ke Polri. Tak lupa, Sambo juga mengucapkan belasungkawa atas kematian Brigadir J. “Demikian juga saya menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Brigadir Yoshua, semoga keluarga diberikan kekuatan. Namun, semua itu terlepas dari apa yang telah dilakukan Saudara Yoshua pada istri dan keluarga saya," jelas Ferdy Sambo.

Penjelasan Ferdy Sambo, kiriman koresponden saya yang di Jakarta, ini, saya coba konfirmasi ke beberapa teman media lain yang terbit di Jakarta. Penjelasan “…Namun semua itu terlepas dari apa yang dilakukan saudara Yosua kepada istri dan keluarga saya.” Ini juga direkamnya sebagai bukti transkrip laporan jurnalistiknya.

Saya tertegun membaca penjelasan dengan narasi ini. Mengingat penjelasan ini mengandung pesan tersurat dan tersirat. Pesan tersurat dan tersirat narasi “…. terlepas dari apa yang dilakukan saudara Yosua kepada istri dan keluarga saya,” saya serap menggunakan akal sehat. Dan akal sehat saya berkata narasi ini menunjukan ada persoalan pribadi yang dilakukan almarhum Brigadir J, kepada istri Irjen Ferdy Sambo dan keluarganya.

Pertanyaan pertama persoalan pribadi apa, sampai ajudan Brigadir J terbunuh di rumah Irjen Ferdy Sambo?

Pertanyaan kedua, ada persoalan apa Brigadir J terbunuh tanggal 8 Juli 2022, Irjen Ferdy, sebagai “majikan” baru mengucapkan belasungkawa tanggal 4 Agustus 2022?

Pertanyaan ketiga, pertimbangan apa Irjen Ferdy, yang tahu Brigadir J, terbunuh di rumahnya “mengirim” peti jenasah ke rumah orang tuanya di Jambi, tanpa pemberitahuan?

Pertanyaan keempat, benarkah ada persoalan pribadi antara Irjen Ferdy dengan Brigadir J?

Pertanyaan kelima, apakah terkait pelecehan seksual yang dilaporkan istri Irjen Ferdy ke Polres Metro Jakarta Selatan atau kekerasan seksual seperti yang dinarasikan kuasa hukum Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo.

Saat di Bareskrim, Ferdy juga memohon doa untuk kesembuhan istrinya. Di mana istri Sambo saat ini tengah melakukan pemulihan dari trauma.

"Saya mohon doa agar istri saya lekas pulih dari trauma dan anak-anak bisa lewati ini semua," tutup Ferdy.

Penjelasan mantan Kadiv Propam Polri ini apakah bukan petunjuk dirinya yang memperjelas motif pembunuhan Brigadir J di rumah dinasnya. Terkesan ada masalah pribadi antara ia, istrinya dan Brigadir J.

 

***

 

Hal yang tidak bisa ditutupi pada hari yang sama, Kamis (4/8/2022) ada chat pembicaraan antara Putri Cendrawati dengan Brigadir Y yang diposting oleh tante Brigadir J, Roslin Simanjuntak. Posting dapat dibaca setiap warganet pada akun Facebooknya.

Dalam postinganan itu, ada bukti chat dan foto Brigadir J sedang berdiri di depan kue ulang tahun. Kue ulang tahun ini dikemas dalam kemasan mewah itu bertuliskan 'Happy Birthday Bodyguard Sua'.

Telihat Brigadir J berdiri sambil menumpuk kedua tangannya ke depan dan wajahnya sumringah sambil melihat kue ulang tahun yang ada di depannya.

Kue itu juga dihiasi 5 lilin kecil yang disusun rapi. Ada dua lilin kuning di sisi kanan dan kiri. Lilin lilin ini mengapit satu lilin biru di tengah.

Brigadir J pada foto itu tampak mengenakan kaos kerah berwarna hijau dan celana hitam. Pada postingan itu juga terdapat chat yang diduga dikirim Putri Candrawati untuk Brigadir J.

Chat itu ditulis dalam Bahasa Inggris dan memperlihatkan kedekatan bos dan ajudan.

 

"This is my message in your birthday...

Today hopefully whatever you wish n pray for will come true.

I hope that hope will also bring happiness.

And I'm so gratefull to have you as a bodyguard, friend n family.

You're such a great sfaff (emoji tersenyum dan jempol)

Hope your birhtday is a special as you are..

Happy Birhtday My greay bodyguar SUA (emoji party)"

 

Isi chat ini oleh Roslin Simanjuntak disebut berasal dari Putri Candrawathi ke Brigadir J.  Jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia, chat itu berisi :

 

"Ini pesanku di hari ulang tahunmu...

Hari ini mudah-mudahan apa pun yang Anda inginkan dan doakan akan menjadi kenyataan.

Saya berharap harapan itu juga akan membawa kebahagiaan.

Dan aku sangat bersyukur memilikimu sebagai bodyguard, teman dan keluarga.

Kamu adalah staf yang hebat (emoji tersenyum dan jempol)

Semoga ulang tahunmu spesial seperti dirimu..

Selamat Ulang Tahun Pengawal hebat saya SUA (pesta emoji)"

 

Pada isi chat tersebut, terlihat bahwa keluarga Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo cukup dekat dengan Birgadir J. Bahkan mereka menganggap Brigadir J sudah seperti keluarga sendiri.

Brigadir J bahkan dianggap sebagai pengawal yang hebat dan sosok yang spesial. Pada postingannya, Roslin Simanjuntak menuliskan bahwa chat dan kue ulang tahun itu adalah pemberian dari Putri Candrawathi.

 

***

 

Maka itu, Roslin Simanjuntak meminta agar Putri Candrawathi memberikan kesaksian yang jujur atas kematian Brigadir J. Sebab, Putri Chandrawathi, dinilainya begitu menyayangi Brigadir J seperti keluarganya sendiri itu ada di TKP dan melihat langsung kejadian tersebut.

"Apalah arti semua pemberian dan ucapan ini nakku, klo kamu hanya di jadikan sebagai penyelamat bagi mereka tapi kamu nggak berharga Dimata mereka. Tubuh mu disiksa,ditembaki dengan dalih apa ni sehingga kamu mendapatkan penderitaan yang segitu tragis nya. Kamu dianggap sebagai anak dan ajudan yg terbaik tapi mana buktinya, semuanya hanya manis di bibir. Klo memang dari hati yang paling dalam perkataan ini kami mohon buat Bu Putri berikan kesaksian yang jujur karena anda ada di TKP agar Roh anak kami tenang jangan sampai darah nya menjerit kepada Tuhan untuk meminta keadilan," tulis Roslin Simanjuntak.

Isi chat Putri Candrawathi ke Brigadir J ini mengungkap kedekatan dan hubungan keduanya. Istri Ferdy Sambo bahkan punya panggilan spesial untuk almarhum.

Akal sehat saya tergelitik bertanya, ada apa seorang istri jenderal mengirim pesan ke seorang ajudan berpangkat tamtama menggunakan bahasa inggris? . Begitu spesialnya ajudan berulang tahun diberi ucapan dengan narasa berbahasa Inggris dan dengan kalimat yang indah? Apakah disalahkan bila ada warganet yang setelah membaca memberi interpretasi seolah antara Putri Candrawati dan Brigadir J, ada hubungan baik bak keluarga dekat?

 

***

 

Tak keliru bila kuasa hukum Brigadir J meminta laporan Putri Cendrawati, ke Polres Metro Jakarta Selatan, di-SP3, menggunakan pasal 77 KUHP. Dasarnya, Brigadir J, sebagai terlapor sudah meninggal.

Tapi kuasa hukum Putri Cendrawati, minta laporan kliennya ini dilanjutkan berdasarkan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) . Maka, Pengacara Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawati yaitu Sarmauli Simangunsong, minta perlindungan hukum ke Bareskrim Polri.

Sarmauli mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat agar memastikan hukum terkait laporan kliennya sebagai korban tindak pidana kekerasan seksual.

Jumat (5/8/2022) kemarin, Kabareskrim Polri Komjen Agus menyatakan akan mengevaluasi laporan pelecehan seksual dan pengancaman. Evaluasi ini diawali audit atas hasil pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya.

Sebagai jurnalis, saya kaget. Polri dalam dua hari sejak Kamis, mengumumkan keputusan yang menghentak. Pertama, setelah Irjen Ferdy Sambo, diperiksa sebagai saksi tersangka Bharada E, dicopot oleh Kapolri dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri, setelah sebelumnya dinonaktifkan.

Praktis, sejak Jumat kemarin, Ferdy sudah tak punya jabatan struktural di Polri. Posisi baru Ferdy di Yanma, disebut “buangan”, sebab unit ini sekarang dipimpin seorang Kombes. Ini artinya Ferdy sudah tak punya power perintahkan bawahannya atau anggota Polri lain mengikuti permintaannya.

Apalagi Kapolri Kamis malam mengumumkan penanganan TKP awal kejadian direkayasa. Makanya polisi yang terlibat rekayasa dimutasi, termasuk tiga jenderal bintang satu anggota Ferdy di Propam. Selain beberapa perwira menengah reserse Polres Metro Jakarta Selatan.

Mengikuti dinamika di tubuh Polri, pasca kasus 8 Juli di rumah dinas Kadiv Propam Polri, akal sehat saya dibimbing oleh pemberi kuasa untuk menulis bahwa motif pembunuhan Brigadir J, telah terkuak.

Ada indikasi kuat motifnya diduga terkait keluarga Irjen Ferdy Sambo. Akal sehat saya bisa menghormati pendapat Ketua IPW, Sugeng Imam Santoso, setelah dicopot dari jabatan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, ditetapkan tersangka bareng Bharada E, yang disangka melanggar pasal 338 KUHP jo pasal 55 dan 56 KUHP. Pendapat Ketua IPW ini disertai catatan bila bukti keterlibatan Ferdy ditemukan.

Mengutip pendapat Ketua IPW dan alat petunjuk lain serta pengakuan (penjelasan ) Irjen Ferdy Sambo, akal sehat saya berpikir, pengumuman otak pembunuhan Brigadir J sudah semakin jelas. Mengingat motifnya telah terungkap Kamis lalu di Bareskrim Polri. Ini motifnya bisa bukan karena pelecehan seksual seperti laporan Putri Candrawati, di Polres Metro Jakarta Selatan. Mengingat Komnas HAM sampai awal Agustus 2022, belum menemukan satu alat bukti pun bahwa Putri Candrawati, dicabuli Brigadir J. Bahkan Bharada E, yang digambarkan sebagai eksekutor penembakan juga tak menyaksikan sendiri Brigadir J melakukan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo. ([email protected])



Berita Terkait