Jual Arloji Demi Rintis Bisnis Piscok Super

23 Juli 2021 : 10:36:12

M. Abi Rafli Syarif di gerai piscok miliknya. SP/ MKS

SURABAYAPAGI.com, Makassar - Salah satu pengusaha muda asal Makassar, M. Abi Rafli Syarif merupakan pemilik jajanan Pisang Cokelat (Piscok) Super yang mendapatkan modal dengan menjual arloji atau jam tangan kesayangannya seharga Rp500 ribu.

Gerai pertama Abi dibuka di kompleks rumahnya. Semua serba dikerjakan sendiri, mulai dari produksi hingga pengantaran produk sampai ke tangan pelanggan. Awalnya, Abi hanya memasarkan Piscok Super melalui media sosialnya.

Selain pernah menggeluti bisnis fashion, anak kedua dari tiga bersaudara itu, juga pernah melalui lika-liku perjalanan sebagai penjual ikan cupang, namun semuanya berakhir tanpa hasil yang maksimal.

Ide Abi berbisnis kuliner berbahan dasar pisang, muncul dengan melihat kecenderungan masyarakat di Makassar yang menjadikan pisang sebagai penganan khas saat berkumpul bersama keluarga maupun teman. Penganan tradisional dari bahan utama pisang juga hampir selalu ada pada setiap hajatan suku Bugis Makassar.

Saat bisnisnya mulai dikenal luas, Abi mulai kewalahan melayani pesanan. Hanya mengandalkan pengantaran manual, ia mengaku sangat kerepotan meladeni chatting-an pelanggan melalui media sosial pribadinya.

Kini, omzetnya mulai meningkat hingga 50 persen saat bergabung dengan GrabFood. Dia pun merasa pekerjaannya lebih efisien karena tak lagi dipusingkan dengan urusan pengantaran produk ke pelanggan.

Berjalan kurang lebih dua tahun, kini Pisang Cokelat Super milik Abi tercatat memiliki 20 gerai, bahkan telah berekspansi hingga Ibu Kota Jakarta. Khusus di Makassar, Piscok Super bisa terjual hingga 3.000 porsi setiap hari.

“Piscok Super menjadi yang pertama memadukan cita rasa tradisional dengan modern melalui puluhan varian rasanya. Inilah yang menjadi ciri khas dari Piscok Super,” ungkap.

Berada di puncak karir sebagai pebisnis, Abi tak pernah jumawa. Dia menganggap karyawannya bukan anak buah yang seenaknya bisa diperintah. Dia tak ingin disebut sebagai bos, tetapi pemimpin.

Abi juga senantiasa memberikan reward kepada karyawannya yang ulet dalam bekerja. “Saya lebih menempatkan diri sebagai pemimpin. Memerintah tidak secara langsung tapi memberikan contoh kepada karyawan. Dengan begitu, mereka akan loyal terhadap kita,” ucapnya.

Dalam kerjasamanya dengan Grab, Abi berharap diadakan gathering dengan seluruh mitra UMKM untuk saling memberi masukan dalam mengembangkan bisnis yang digeluti.

 “Sesama pengusaha, baiknya bersinergi, pasti ada banyak hal yang bisa dipelajari dari pengusaha-pengusaha yang tergabung sebagai mitra GrabFood. Dari situ, bisnis kita sama-sama akan berkembang,” imbuhnya. Dsy12





Berita Terkait