Mafia, Diduga yang Bakar Gedung Kejagung

26 Agustus 2020 : 21:56:23

Prof. Amien Rais, Mantan Ketua MPR RI (kiri) dan Hari Setiyono, Kapuspenkum Kejagung RI (kanan)

 

Tudingan Amien Rais, Mengingatkan Kebakaran gedung BI yang menyimpan berkas-berkas skandal BLBI

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Peristiwa kebakaran yang terjadi di Gedung Kejaksaan Agung RI di jalan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Sabtu (22/8) lalu diduga sengaja dibakar orang dalam Kejagung. Dan 'orang dalam' di institusi ini diduga perintah Mafia, Taipan dan Cukong.

"Saya juga khawatir yang membakar gedung Kejaksaan Agung simbol keadilan. Itu tentu orang dalam," kata Amien Rais dalam sebuah video yang diunggahnya di akun instagram @amienraisofficial, Selasa kemarin (25/8).

Dia menjelaskan bahwa orang dalam itu, mendapat perintah dari sekelompok orang yang disebutnya "MTC" atau Mafia, Taipan, dan Cukong. “Mereka-mereka adalah pihak yang bermain dengan proses penegakan hukum di Indonesia, “ kata Amien mengingatkan dirinya terhadap proses penegakan hukum dalam kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

 

Tidak Masuk Akal

Beberapa lawyer dan pensiunan perwira Polri, kemarin membahas kobaran api di Gedung Kejaksaan Agung, yang dinilai tidak masuk akal. “Menyaksikan kobaran api, rembesan api yang begitu cepat melalap ruangan ke ruangan, secara teknis sulit diterima akal sehat bila disebut api dari korsluiting listrik,” kata salah seorang perwira Polri yang cukup lama berdinas di reserse. Ia setuju Mabes Polri ambil puing kebakaran, serpian bekas kebakaran dan CCTV. Bahan bahan ini bisa digunakan Puslabfor Mabes Polri untuk mengungkap sumber api.

Memperhatikan lama kobaran api, petugas Damkar ( pemadam kebakaran) tak bisa cepat meredam dan cepatnya api menjalar ke beberapa ruangan beda lantai, alasan hubungan pendek listrik, harus dikesampingkan. “Analisis Pak Amien Rais, ada orang dalam Kejaksaan yang membakar atas suruhan mafia yang mesti didalami. Analisis Pak Amien ini masukan positif untuk Polri, mengungkap motif kebakaran ini,” tambah perwira lain.

 

Sengaja Dibakar

Sebagai Mantan Ketua MPR Amien mengungkit soal kebakaran gedung Bank Indonesia beberapa tahun silam yang kemudian membuat alasan kasus BLBI dihentikan. Amien mengatakan gedung BI itu sengaja dibakar oleh pihak yang diyakini Amien sebagai orang dalam. Amien menduga hal yang sama juga terjadi di Kejagung.

"Siapa yang dulu membakar gedung BI lantai tertentu yang menyimpan berkas-berkas skandal BLBI itu, tentu itu orang dalam, orang dalam itu yang menyuruh, menurut saya, saya bisa keliru tapi itu kan boleh menduga siapa lagi kalau bukan para penggasak uang sampai ratusan triliun itu yang umumnya itu memang MTC, mafia, taipan, cukong yang kemudian lantas seolah-seolah selesai begitu saja, itu sampai 20 tahun, BLBI sudah nggak diangkat lagi," papar Amien.

 

Teori Konspirasi

Kebakaran di BI diawali 8 Desember 1997, ada pekerja sedang menggarap penyelesaian (finishing) di lantai 23, 24, dan 25, Menara A Gedung Bank Indonesia (BI). Gedung ini sedianya menjadi menara kembar BI.

Saat pekerjaan finishing berlangsung, ada kebakaran. Dan api berkobar di Menara A, Gedung BI. Kebakaran berlangsung selama 5 jam. Peristiwa ini menyisakan trauma. Sebanyak 15 orang tewas terpanggang di lift gedung setinggi 25 lantai itu.

 

Konspirasi ala Kwiek

Ada teori konspirasi yang beredar, kebakaran BI disengaja untuk menghilangkan dokumen penting dalam pengusutan skandal BLBI. Salah satu yang menyampaikan kembali persepsi seperti itu adalah Kwik Kian Gie, mantan Menko Ekonomi Keuangan dan Industri era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kwik menuliskan di blog pribadinya.

"Beberapa waktu kemudian ada yang berpikir bahwa BI menerima satu lembar copy dari semua transaksi. Maka gedung BI dan ruang yang menyimpan dokumen-dokumen tersebut terbakar. Setelah itu saya membaca di surat kabar bahwa POLRI menyimpulkan tidak mustahil kebakaran itu bukan kecelakaan, tetapi dibakar. Semua ini termuat di koran," tulis Kwik, dikutip detikcom dari situs Kwik Kian Gie.

Pernyataan Amien soal keterlibatan mafia Taipan dan Cukong disampaikan dalam video yang diunggah di akun @amienraisofficial Rabu (26/8/2020). Dalam video itu, Amien Rais berbicara mengenai kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) yang mengingatkannya akan skandal BLBI.

"Terutama kebakaran gedung Kejaksaan Agung yang begitu dahsyat itu, yang kemudian mengingatkan kebakaran yang terjadi di gedung BI, bank central Indonesia, bank Indonesia, lantai 6 kalau tidak salah, di mana disimpan seluruh berkas-berkas tentang skandal BLBI kemudian hilang dan setelah itu ada yang mengatakan demi hukum BLBI sudah selesai karena sudah tidak ada lagi data-data skandal itu," kata Amien.

 

Hargai, Jangan Berspekulasi

"Saya juga khawatir yang membakar gedung Kejaksaan Agung itu simbol keadilan tentu orang dalam, orang dalam itu tentu atas perintah dari lagi-lagi MTC itu, saya menghargai bapak juru bicara kejaksaan agung, kita jangan berspekulasi tapi di dalam alam demokrasi kita bisa mengingatkan ini bukan spekulasi tapi kekhawatiran jangan-jangan nanti nggak akan terbuka lagi sehingga nanti berkas Djoko Tjandra hilang siapa tahu, walaupun dijamin Mahfud tidak akan hilang tapi itu jaminan juga yang belum jelas, Mahfud juga khas omongan seperti itu," sambung Amien.

Amien lantas mengungkap kekhawatirannya akan masa depan Indonesia. Menurut dia, sebuah negara akan runtuh jika keadilan tak lagi ditegakkan. "Kalau negeri ini seperti gitu terus, memang saya khawatir pada saat tertentu ada titik di mana kita tidak bisa lagi punya harapan masa depan bangsa kita ini. Karena prinsipnya itu kalau keadilan nggak ditegakkan lama atau cepat itu pasti akan runtuh, itu sudah hukum sunatullah, law of nature, itu law of politics," ujar Amien.

 

Aparat Lekas Mengungkap

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mempertanyakan dasar Amien Rais menduga gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) dibakar oleh 'orang dalam'. PKB mengajak semua pihak mendorong aparat agar lekas mengungkap penyebab gedung Kejagung terbakar, daripada beropini. "Tahu dari mana yah? Langsung diungkap saja biar jelas dan tidak menimbulkan kesimpangsiuran," kata Ketua DPP PKB, Daniel Johan kepada wartawan, Rabu (26/8/2020).

Menurut Daniel, belum ada kepastian soal penyebab kebakaran gedung Kejagung. Dia mendorong aparat kepolisian segera mengungkap.

"Tapi kalau memang belum ada kepastian, bagusnya kita dorong pihak berwenang untuk segera menyidik, bukan menimbulkan opini yang makin membuat ketidakjelasan," ucap Daniel. n erc/cr1/jk/007/rm





Berita Terkait