Mahasiswa Untag Ciptakan Siola Untuk Bantu Pasien Covid19

28 November 2020 : 16:09:04

SurabayaPagi, Surabaya – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kembali menciptakan inovasi baru berupa robot yang mampu membantu pasien Covid-19 tanpa harus menyentuh pasien. Robot yang diberi nama Siola tersebut telah lolos ke babak final Kontes Robot Indonesia atau KRI 2020.
 
Robot tersebut memang dirancang sesuai tema yang diusung dalam KRI 2020 yakni tentang Covid-19. Ketua Tim Siola, Muhammad Choyrul Anam menjelaskan bahwa robot yang telah dibuat dapat beroperasi dengan 3 baterai berdaya 12 volt dan dapat dioperasikan secara nirkabel, stik wireless untuk mengontrol robot.
 
“Robotnya sendiri kami rancang dengan tinggi 1.25 meter, lebar 65 cm dan panjang 85. Bisa menampung beban manusia maksimal 150 kg. Untuk daya sendiri, menggunakan baterai yang bisa dicas jadi tidak harus beli baterai terus," jelas Anam, Kamis (26/11/2020).
 
Tim perancang robot yang terdiri dari Muhammad Choyrul Anam dari Fakultas Teknik dan lima mahasiswa Fakultas Vokasi Nugroho Dwi, Fuad Fuji Santoso, Astra Nico Prastyo, Dedi Wahyu Ashari dan Nazzun Fahmi Haryanto itu menjadi satu dari 25 tim yang lolos dalam kategori Kontes Robot Tematik Indonesia.
 
“Nggak menyangka juga bisa lolos. Walaupun belum menjadi pemenang, tapi bangga bisa lolos ke nasional.” ungkap Anam.
 
Selama ini kontestasi KRI selalu dilakukan dengan tatap muka, namun karena pandemi kini harus dilakukan secara daring. Meski demikian mereka tetap semangat dan serius mengikuti kotestasi.
 
"Sejak bulan Agustus kami mendaftarkan proposal, diumumkan lolos pada 24 Agustus, kami mulai mempersiapkan dan merancang robot," paparnya.
 
"Awal September sampai minggu pertama November itu kami mulai membuat robot," tambah Anam.
 
Anam menjelaskan bahwa kontestasi robot itu rutin digelar setiap tahunnya oleh  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Tema KRI setiap tahunnya berbeda, tergantung dari isu yang sedang berkembang. Karena saat ini isu yang lagi naik adalah Covid-19 maka seluruh peserta diminta untuk menciptakan robot berkaitan dengan penanganan Covid-19.
 
“Finalnya tanggal 20 November kemarin, ada tanya jawab dengan dewan juri. Ditanya seputar konsep desain robot, dimensi, cara kerja robot hingga kekurangan. Bangga, karena kami sudah berusaha sebaik mungkin. Kami ingin terus membanggakan almamater, dan berencana untuk ikut kompetisi robot lainnya lagi dan tahun depan ingin ikut KRI 2021," ujar Mahasiswa Fakultas Teknik Untag Surabaya itu. By





Berita Terkait