Pembunuh Mertua Bupati Lamongan Gantung Diri di Lapas

01 Desember 2021 : 19:40:21

Imam Winarto terpidana pembunuh mertua Bupati Lamongan saat melakukan rekonstrukri di rumah korban.

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Imam Winarto (38), salah seorang terpidana kasus pembunuhan mertua Bupati Lamongan Yuhronur Efendi tewas gantung diri saat menjalani hukuman di Lapas Malang. Terpidana Imam diganjar putusan pengadilan dengan hukuman seumur hidup.

"Pembunuh mertua Sekda (Sekarang Bupati Lamongan, red) mati gantung diri di Lapas Malang tadi pagi," kata Luman Hakim, pengacara Imam Winarto kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).

Lukman menyebut dari informasi yang ia terima diketahui jika kliennya meninggal gantung diri di Lapas Malang. Jenazah Imam Winarto tidak dibawa pulang ke Lamongan, namun dimakamkan di tanah kelahirannya, Kediri. Lukman juga mengaku prihatin dengan apa yang terjadi pada kliennya itu, karena ia masih melakukan upaya hukum dengan mengajukan grasi ke Presiden.

"Saya sendiri cukup prihatin. Padahal kita juga ajukan grasi ke presiden tapi ternyata takdir bicara lain," ujarnya.

Dikatakan Lukman, setelah putusan seumur hidup oleh Pengadilan Negeri Lamongan beberapa waktu lalu, terpidana dipindah ke Lapas Malang. Lukman, atas nama kilennya masih tetap meminta maaf pada keluarga korban, Hj Rowaini.

"Atas nama klien Imam Winarto kami memohonkan maaf kepada keluarga ibu Hj Rowaini," tutur Lukman.

Untuk diketahui, kasus pembunuhan ini melibatkan 2 orang. Sang eksekutor Imam Winarto yang divonis hukuman seumur hidup sesuai dengan putusan pengadilan dengan nomor SH.272K/PID/2021 tertanggal 16/03/2021. Aktor intelektual kasus ini, yaitu Sunarto diganjar majelis hakim dengan hukuman mati.

Imam Winarto nekat menghabisi nyawa Rowaini pada Jumat (3/1/2020) lantaran tergiur iming-iming upah sebesar Rp 200 juta yang dijanjikan oleh Sunarto.





Berita Terkait