Penggagas NGO, Berdayakan Sektor Maritim dan Masyarakat Pesisir

08 April 2021 : 09:32:50

Farras Haidar Afifah. SP/ BLT

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Farras Haidar Afifah, sebagai mahasiswa sekaligus pemuda asli Blitar ini mendirikan non-government organization (NGO) yang bergerak di bidang maritim sebagai upaya pemberdayaan sektor maritim di Kabupaten Blitar serta sebagai wadah bagi para pemuda Blitar untuk berkegiatan dan berupaya memberdayakan masyarakat pesisir.

"Saya sebagai warga Blitar merasa harus ikut andil dalam memaksimalkan dan memperkenalkan kekayaan maritim yang dimiliki Kabupaten Blitar," ujarnya.

Namun akibat pandemi Covid-19 ini, untuk mengupaya agenda ia tidak bisa menggelar rapat secara langsung, sehingga ia berinisiatif tetap melaksanakan rapat koordinasi internal secara virtual melalui jejaring media sosial. "Rapatnya secara online via Google Meet atau Zoom. Selama ini kita belum pernah bertemu secara langsung karena masih terkendala pandemi," bebernya.

Dari situ, dia mulai menarik sejumlah pemuda Blitar melalui mekanisme open registration sejak awal tahun. Hingga kini, jumlah anggotanya mencapai 15 orang, yang seluruhnya berstatus sebagai mahasiswa. "Baru terbentuk Januari lalu. Anggota kita ada 15 orang dan semuanya masih duduk di bangku kuliah," tutur Farras.

Walaupun ia memiliki tanggung jawab sebagai mahasiswa, namun pembahasan program-program kegiatan organisasi harus dipisahkan dengan kegiatan akademik. Kendati demikian, kini sudah mulai terbiasa dengan kondisi ini karena semua dijalani tanpa adanya beban. "Untuk tabrakan (waktu, Red) sangat diminimalkan. Pasti harus dibagi waktunya. Jadi, pagi sampai sore saya ke kampus. Malamnya baru berkegiatan di organisasi," jelasnya lagi.

Selain itu, akibat pandemi Covid-19 ini dia mengaku belum mendapatkan dukungan dari instansi terkait di wilayah Blitar karena kewenangan tersebut berada pada pemerintah di tingkat provinsi. Salah satunya, menginisiasi sejumlah kegiatan seperti tanam mangrove hingga kegiatan bersih pantai.

"Sebetulnya ada rencana kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir, bersih pantai, hingga tanam mangrove di Pantai Serang. Tapi, belum bisa dilaksanakan karena kondisi belum memungkinkan. Lalu, kami juga belum mendapatkan support dinas terkait di tingkat kabupaten. Kemarin saya sudah sampaikan. Namun, mereka menyampaikan kalau kewenangan untuk kemaritiman di Kabupaten Blitar itu dari pemerintah provinsi," beber gadis kelahiran 14 April 2001 ini.

Farass pun tidak pantang mundur di kala Covid-19 ini,  dia tetap ingin menularkan semangat ini kepada para pemuda Blitar untuk ikut dalam upaya pemberdayaan wilayah pesisir Bumi Penataran. Nah, dia ingin terlibat atau bahkan melaksanakan kegiatan gabungan bersama sejumlah organisasi sosial yang ada di Blitar.

"Saya itu sebenarnya sangat ingin kolaborasi bersama organisasi atau komunitas di Blitar. Kita jadi bisa saling bantu dan bisa menarik minat para pemuda untuk ikut melestarikan alam," ungkapnya. Dsy2

 





Berita Terkait