Penggiat Beatbox Blitar yang Tetap Eksis di Tengah Pandemi

11 April 2021 : 11:26:05

Gema saat beraksi menunjukkan skill di salah satu kompetisi beatbox. SP/ BLT

SURABAYAPAGI,.com Blitar - Budaya beatbox kini semakin digemari oleh kalangan muda. Salah seorang yang tertarik dengan hiphop yakni Gema Gangga. Dia menjadi seorang pegiat beatbox dan pendiri komunitas tersebut di Blitar.

Awalnya anggota komunitas hanya lima orang. Kini, mencapai belasan orang. Itu baru anggota aktif yang terdata secara administratif. Kala itu, komunitas yang dibentuk Gema termasuk pioneer. Sebab, belum ada komunitas beatbox sebelumnya. Seiring berjalannya waktu, komunitas diprakarsainya makin berkembang.

Gema menyukai dunia hiphop sejak tahun 2013 saat ia duduk di bangku sekolah. Saat itu ia tergabung dalam komunitas rap yang ada di Kota Blitar. Karena ia suka, akhirnya mulai mempelajari secara otodidak. Lalu Gema akhirnya memilih beralih dari rap, ke beatbox. Dia juga membentuk komunitas "musik dari mulut" itu.

"Dulu pas sekolah awalnya saya ikut komunitas rap. Dari situ saya kenal orang-orang beatbox. Saya tertarik, akhirnya belajar dan membentuk komunitas sendiri,” ujarnya.

Selain itu, banyak panggung kompetisi yang sudah dicobanya bersama kolega. Tak jarang, Gema pulang dari kompetisi membawa sertifikat juara dan trofi. "2014 lalu juara dua di Kediri. Pernah juga komunitas kami juara dua saat kompetisi di Tulungagung. Itu kompetisi antar kota. Pesertanya ada dari Jakarta, Ambon, juga Papua," kata warga Kelurahan/Kecamatan Kepanjenkidul itu.

Namun di masa pandemic Covid-19 ini, Gema mengaku terhambat. Banyak urusan terkendala. Komunitasnya jarang kumpul untuk latihan bareng. Padahal, dulu komunitas ini punya jadwal latihan dua kali dalam sepekan.

Kondisi pandemi Covid-19 tersebut membuat beberapa anggota menjadi kurang aktif berlatih. "Dulu latihan kami di amphitheater Makam Bung Karno. Kalau selama pandemi, sudah hampir tidak pernah bertemu untuk latihan bareng lagi," keluhnya.

Oleh karenanya, Gema berinisiatif tetap berlatih bersama rekan-rekannya. Namun kali ini tanpa tatap muka, melainkan melalui media sosial. Yakni melalui voice chat di aplikasi whatsapp. “Jadi nanti tetap bisa latihan karena kami sama-sama saling beri masukan dan kritik agar tetap semangat latihan dan berkembang," ujarnya.

Tidak hanya itu, Gema juga berencana kembali menggelar kompetisi antar komunitas begitu pandemi usai. Dia menyebut, hal ini perlu dilakukan untuk tetap menjaga hubungan antar anggota yang sempat renggang selama pandemi. "Kompetisi Kecil-kecilan juga tidak masalah. Yang penting bisa kembali merekatkan hubungan dengan sesama komunitas beatbox," imbuhnya. Dsy9

 





Berita Terkait