Penggiat Tanaman Hidroponik di Perkampungan Padat

30 Januari 2021 : 01:33:12

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menanam dengan metode hidroponik saat ini digandrungi oleh banyak orang belakangan ini. Salah satu alasan terbesarnya karena menanam dengan cara hidroponik tidak membutuhkan lahan tanah yang besar, terlebih di saat pandemi seperti sekarang kita diharuskan beradaptasi.

Dilingkup perkotaan besar, bagi orang-orang yang tinggal di tengah perkampungan dengan akses tanah yang terbatas tetap bisa mempercantik halaman rumahnya. Seperti salah satu pengiat program Hidroponik Sobo Kampung, Arif Prasetyo yang memulai edukasi dari kampung ke kampung mengedukasi penanaman hidroponik.

Ia menjelaskan penanaman dengan sistem wick, sekaligus mendampingi penggiat lingkungan Aufaarelia Erdhinatasya Putri. "Model untuk menanam tanaman Hidroponik dengan sistem wick lebih sederhana dan  sangat efisien karena tidak memerlukan instalasi yang banyak,”ungkapnya.

Menanam hidroponik cukup dengan 1 ember atau lebih tergantung lahan rumah. Selain itu dikenal dengan sistem wick karena memakai sumbu didalamnya. Proses menanam hidroponik meliputi tahap penanaman, peremajaan dan panen,”imbuhnya.

Instalasi hidroponik menjadi solusi di lahan sempit, dengan menggunakan botol bekas sebagai media penanaman bagi pemula yang ingin mencoba menanam.

“Paling simple memakai pot, secara hasil panen tidak jauh dengan yang memakai sistem yang lebih cangih.

Dengan program “hidroponik sobo kampung” memberikan edukasi kepada warga tentang metode penanaman hidroponik berkeliling dari kampung ke kampung dengan tujuan bisa menanam dan memproduksi sendiri. Kedua bertanam tidak membutuhkan modal yang banyak.

Selain itu, menanam dengan cara hidroponik juga tergolong mudah dipraktikkan untuk para pemula. Meski teknis atau sistem menanam dengan cara hidroponik memiliki tingkat kesulitan yang beragam, terdapat beberapa cara hidroponik yang bisa dilakukan oleh pemula.

Hampir semua jenis sayur dan buah dapat dibudidayakan di lahan sempit dengan cara hidroponik. Jenis tanaman yang paling sering ditanam adalah sawi, seledri, cabai, terong, selada, hingga kangkung. Pemilihan jenis tanaman kembali pada preferensi masing-masing individu.

Sementara itu, salah satu penggiat lingkungan dari SMPN 22 Surabaya, Aufaarelia Erdhinatasya Putri mengatakan metode penanaman hidroponik sangat asik karena dilakukan dengan sederhana. “Untuk menanam tanaman hidroponik itu dibutuhkan kesabaran karena jika terkendala tidak terkena matahari tanaman bisa layu,”ucap Aufaarelia.

Selain itu dalam hal perawatan jika kekurangan air bakal mati sebaliknya kebanyakan air akan mati. Jadi membutuhkan perawatan yang rutin. Dengan hasil tanaman hidup cukup puas, semoga bisa berhasil  hingga panen,”pungkapnya.Pat





Berita Terkait