Produk Eucalyptus Berhasil Lewati Uji Klinis Obati Covid-19

06 Mei 2021 : 13:30:19

Talkshow Satu Tahun Penelitian Eucalyptus, di Puslitbang Perkebunan, Bogor. SP/ BGR

SURABAYAPAGI.com, Bogor - Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil melewati uji klinis produk eucalyptus kepada hewan dan manusia dalam mengobati virus SARS CoV-2 atau Covid-19 setelah satu tahun melakukan riset. Zat aktif Eucalyptol dapat menjadi pilihan pengobatan yang potensial.

Hasilnya sangat membanggakan dan menjadi harapan bagi pengobatan Covid 19 di masa mendatang. Pengujian tersebut secara umum menunjukkan bahwa bahan tunggal maupun formula eucalyptus Balitbangtan yang diuji dapat menurunkan jumlah partikel dan daya hidup virus SARS-CoV 2, serta mengurangi kerusakan sel akibat infeksi SARS-CoV-2 secara in vitro.

Hasil penelitian tersebut dinilai berdasarkan peningkatan CT Value uji realtime PCR (RT-PCR), peningkatan nilai Optical Density uji MTT, dan mencegah munculnya cytophatic effect (CPE) pada kultur sel. Uji toksisitas per-inhalasi pada mencit tidak menunjukkan perubahan klinis, patologi dan histopatologi pada mencit yang diuji.

Kepala Balai Besar Penelitian Veteriner Balitbangtan Kemtan, Indi Dharmayanti mengatakan, selama setahun terakhir ini, ia bersama tim penelitinya melakukan riset lanjutan terhadap eucalyptus mulai dari uji in vitro, toksisitas, hingga uji klinis, dengan menggunakan virus SARS CoV-2. Diketahui, eucalyptus kerap disebut juga sebagai kayu putih oleh masyarakat Indonesia.

Sementara pada uji klinis, manifestasi klinis yang didapatkan, rata-rata durasi gejala pada kelompok yang diberikan eucalyptus lebih baik terutama pada gejala batuk, pilek dan anosmia. Demikian juga pada Nilai Neutrophil-Lymphocyte Ratio (NLR) yag mengalami penurunan dan menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik.

Begitu pula pada gambaran radiologi, secara umum mengalami perbaikan termasuk 5 pasien yang tergolong moderat pneumonia mengalami perbaikan setelah mendapatkan terapi eucalyptus.

“Meskipun berdasarkan uji klinis produk ini dapat membantu mengurangi gejala klinis yang dirasakan penderita Covid-19,” tambahnya, Kamis (6/5/2021).

Sementara, Ketua Tim Riset Eucalyptus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanudin (Unhas), Arif Santoso mengatakan, pihaknya harus melakukan terapi ke pasien Covid-19 yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kata dia, eucalyptus berfungsi sebagai adjuvan, atau obat tambahan. Jadi pasien mendapat obat yang seharusnya dan eucalyptus. Hasilnya lebih baik dibandingkan tanpa eucalyptus.

“Itu yang kami dapatkan. Ke depan, kami akan meneliti dalam jumlah sampel yang lebih sehingga bisa kita aplikasikan secara luas ke masyarakat,” terangnya. Dsy12

 





Berita Terkait