Qodari Tuding King Maker Isu Kudeta AHY, Ayahnya Sendiri

10 Februari 2021 : 21:28:38

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah meredah hampir 10 hari, kini ada peneliti politik yang membuka tabir isu kudeta di Partai Demokrat.

Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, menyebut bahwa Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), ayah AHY sendiri. SBY diduga yang merencanakan untuk ekspos isu kudeta tersebut.

"King maker-nya atau sutradaranya ya SBY. Nah, maksud dan tujuannya ya tentunya untuk pertama mungkin menghentikan gerakan-gerakan di dalam maupun gerakan-gerakan dari luar yang dalam hal ini adalah Pak Moeldoko begitu, dengan asumsi bahwa jika ini disampaikan ke publik lalu kemudian AHY kirim surat ke Jokowi itu Jokowi akan menghentikan Moeldoko begitu," kata Qodari kepada wartawan, Rabu (10/2/2021).

Qodari menyebut tujuan kedua adalah untuk meningkatkan elektoral Partai Demokrat.

"Yang kedua merupakan sebagian dari strategi elektoral baik bagi AHY sendiri maupun bagi Partai Demokrat. Bagi AHY dengan cara ini, maka mengalami lonjakan pemberitaan diharapkan meningkatkan simpati bahkan dukungan karena dizalimi oleh penguasa begitu," sebutnya.

 

Partai Demokrat Memanfaatkan

Menurutnya, dengan adanya isu tersebut maka bisa menggalang suara yang tidak puas dengan kinerja Presiden Joko Widodo.

"Kemudian pembelahan pemerintah versus oposisi akan terbangun di mana Partai Demokrat adalah oposisi. Nah diharapkan ini bisa menggalang suara masyarakat yang tidak suka atau tidak puas dengan pemerintah dengan Jokowi," ujar Qodari.

"Dan kebetulan pada saat bersamaan Prabowo dan Partai Gerindra yang selama periode 2014-2019 menjadi lawan Jokowi atau berada di luar pemerintahan sekarang sudah bergabung sehingga ada kekosongan di situ. Nah suara itu dimanfaatkan Partai Demokrat, nah itu keuntungan yang diharapkan dengan mengumumkan rencana kudeta itu," simpul Qodari.

Menurutnya, manuver politik bisa merugikan Partai Demokrat. Publik melihat kepemimpinan Partai Demokrat tidak kuat.

"Nah kerugiannya adalah sebagian dari masyarakat sebetulnya akan melihat bahwa oh ternyata AHY tidak kuat, oh ternyata kepemimpinan PD tidak kuat sehingga simpati akan turun," katanya.

"Pengumuman ini bisa jadi memancing semangat dari mereka yang mau melakukan gerakan kongres luar biasa justru menjadi luas, oh ternyata di dalam tidak kuat, oh kalau begitu kita punya peluang. Sebetulnya pengumuman semacam itu sama dengan melempar darah ke lautan, jadi hiu-hiu mencium bau darah dan dan menimbulkan gerakan kongres luar biasa yang sesungguhnya dalam jumlah besar," pungkasnya. n erc/rmc





Berita Terkait