Recovery Economy Melalui Creative Industry

28 Februari 2021 : 13:28:02

Nadya Luqyana (Content Creator Surabaya) dan van Ibrahim (Content Creator dan Mahasiswa Unair)

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sudah saatnya Kota besar layaknya Surabaya mengikuti perkembangan jaman di era 4.0, yang bahkan saat ini sudah beranjak masuk ke era 5.0. Potensi yang dimiliki masyarakat Surabaya, khususnya kalangan millenial rasanya sudah sangat mumpuni jika dihadapkan dengan perkembangan digital pada saat ini, Minggu (28/02/2021).

Tak heran jika beberapa pakar media, ekonomi, sosial, politik maupun tokoh masyarakat yang ada di Surabaya, menilai jika recovery economy dapat dilakukan dengan cara menjadikan Surabaya sebagai Kota Industri Kreatif. Perlu diingat kembali, bahwa hal dasar seperti pendidikan, dunia kerja, bahkan jual-beli pada saat ini sudah bergantung pada kekuatan internet. Jika anak milenial Kota Metropolitan sekelas Surabaya dapat memanfaatkan hal tersebut, maka perkembangan industri kreatif akan semakin pesat.

Hal itu dibenarkan oleh Ivan Ibrahim, salah satu content creator yang telah terjun dalam industri kreatif sejak tahun 2015. Bibit unggul asal Kota Pahlawan itu menilai bahwa, "Surabaya masih belum tertinggal kalau emang mau menjadi Kota industri kreatif," terangnya.

Awalnya, pria yang akrab disapa Ivan itu terjun di industri kreatif karena hobi yang dimiliki. Dengan menyajikan konten menarik di bidang vape melalui akun instagram miliknya, yakni @ivanibrhm, dirinya mendapatkan sorotan dari brand ternama untuk melakukan kerjasama dalam bentuk endorsement.

Faktanya, tidak sedikit media sosial yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan. Sebagai content creator, tentunya harus selalu mengikuti perkembangan media sosial yang ada. Ivan mengatakan, "Mau tidak mau, sebagai content creator harus mengikuti perkembangan media," imbuhnya.

Tak sampai disitu, Ivan juga berbagi tips dalam memanfaatkan media sosial bagi para pengguna. "Content creator harus pandai cari engagement. Selain itu, juga harus bisa membentuk audience untuk jadi calon konsumen," paparnya.

Pada saat ini, anak milenial Surabaya sudah memiliki jiwa 'creator' yang sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan pesatnya perkembangan bisnis pada sektor creative agency di Surabaya.

Meski demikian, Ivan yang juga sebagai Mahasiswa Psikologi Unair ini menyadari, bahwa Surabaya harus lebih keras membangun industri kreatif agar dapat bersaing dengan daerah Jabodetabek. "Di dunia content creator, perkembangan industri yang terbilang cukup pesat ada di Jabodetabek. Faktor utama nya, tidak sedikit bibit unggul content creator di Surabaya, memilih untuk hijrah ke daerah tersebut," tandasnya.

Senada dengan Ivan, content creator dari kaum hawa, yakni Nadya Luqyana, menganggap bahwa industri kreatif dapat mempengaruhi perputaran roda ekonomi di Surabaya.

"Selain memanfaatkan industri kreatif sebagai salah satu pemasukan, anak milenial juga harus pandai melihat peluang bisnis yang ada. Bisa dengan mencipkatan sesuatu yang baru, seperti produk misalnya. Dan tentunya harus bangga dengan produk sendiri," kata Nadya saat wawancara dengan Tim Surabaya Pagi di salah satu cafe ternama Surabaya.

Banyaknya pelaku industri kreatif tidak hanya dapat memulihkan perekonomian masyarakat, namun, tambah Nadya, "Kota Surabaya juga akan mendapat sorotan serta apresiasi, bahkan bisa menjadi cerminan bagi Kota lain," lanjutnya Nadya.

Dengan kepiawaiannya memanfaatkan media sosial, pemilik akun instagram @nadyaluqyana itu telah memperoleh followers sekitar 350 ribu. Tak heran jika dirinya mendapatkan kontrak kerjasama dengan brand ternama yang membuahkan pemasukan.

Pada dasarnya, sebagai seorang influencer, Nadya memiliki power untuk mempengaruhi para followersnya. Dirinya menilai, hal itu juga dapat dimanfaatkan oleh para influencer untuk memberikan edukasi, informasi maupun hal positif lainnya.

"Alangkah lebih baik, jika content creator yang ada di Surabaya dapat mempengaruhi anak milenial agar mencoba bidang tersebut. Sehingga perkembangan industri kreatif di Surabaya juga akan pesat," pungkasnya. mbi





Berita Terkait