Seleksi Beasiswa Penghafal Kitab Suci di Surabaya Diikuti 287 Pelajar

25 November 2021 : 17:37:06

Proses seleksi beasiswa agama Hindu di Pasraman Saraswati 1 Pura Segara Surabaya, Minggu (21/11/2021). (ANT/ Humas Pemkot Surabaya)

SURABAYAPAGI, Surabaya – Dalam rangka memberikan apresiasi kepada warga Kota Surabaya yang memiliki kemampuan menghafal atau menguasai kitab suci,  Pemkot Surabaya memberikan program beasiswa berupa uang saku bagi pelajar. Sebanyak 287 pelajar mengikut seleksi beasiswa pendidikan menghafal atau menguasai kitab suci bagi agama Kristen, Katolik, Hindu dan Budha di Kota Pahlawan.

"Program ini untuk mendorong generasi muda agar lebih berprestasi dan berakhlak mulia berdasarkan nilai-nilai agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo, Kamis (25/11).

Ia juga menjelaskan bahwa proses seleksi beasiswa itu dimulai dari agama Hindu di Pasraman Saraswati 1 Pura Segara Surabaya, Minggu (21/11). Selanjutnya untuk agama Budha, Katolik, dan Kristen digelar pada Selasa (23/11/2021).

Adapun untuk peserta yang ikut seleksi ini, agama Hindu 66 pelajar, Budha 14 pelajar, Katolik 56 pelajar, dan Kristen 151 pelajar. Total ada sebanyak 287 pelajar yang ikut seleksi ini.  "Kalau untuk agama Islam sudah selesai dulu," kata Supomo.

Menurut dia, dalam menguji atau menyeleksi para pelajar ini, Dispendik bekerja sama dengan beberapa pihak. Untuk seleksi pelajar yang beragama Hindu, Dispendik bekerja sama dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Surabaya, untuk pelajar yang beragama Kristen, Dispendik bekerja sama dengan Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Surabaya dan juga kantor Kementerian Agama Kota Surabaya.

Sedangkan pelajar yang beragama Katolik, Dispendik bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Katolik dan juga kantor Kementerian Agama Kota Surabaya. Lalu untuk pelajar yang beragama Budha, Dispendik bekerjasama dengan Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (Megabudhi) Kota Surabaya beserta kantor Kementerian Agama Kota Surabaya.

"Jadi, yang menguji anak-anak ini adalah orang-orang yang memang ahli di agamanya masing-masing," katanya.

Supomo juga mengingatkan bahwa bagi para pelajar yang belum lolos seleksi, ia berharap untuk bersabar dan harus terus semangat dalam mendalami kitab sucinya. Sebab, tidak menutup kemungkinan di tahun-tahun berikutnya seleksi serupa akan digelar kembali.

"Yang paling penting juga saya berharap anak-anak ini tidak berhenti pada hafalan kitab sucinya, melainkan juga dapat mengimplementasikan kitab sucinya dalam kehidupan sehari-harinya," ujarnya.sb4/na





Berita Terkait