Sirkuit Mandalika Dikagumi Pembalap Italia, Diledek Bangsa Sendiri

21 November 2021 : 20:31:47

Michael Rinaldi.

SURABAYAPAGI.COM, Lombok - Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Syalwa (26) warga Mataram dan Slamet (51) asal Gresik adalah tiga penonton World Superbike (WSBK) di Mandalika, yang kagum atas sirkuit kelas internasional ini di Lombok, NTB. Sirkuit ini baru diresmikan 12 November 2021 lalu oleh Presiden Joko Widodo. Tapi ada 48 warga sekitar sirkuit yang protes karena belum mendapat ganti rugi atas pembebasan tanahnya. Ledekan juga datang dari pengamat politik Dr. Ani Hasibuan.

Kali ini, Toprak Razgatlioglu, menjadi juara dunia World Superbike 2021 di WSBK Mandalika.

Pembalap dari Turki, ini meraih gelar juara WSBK kedua untuk Yamaha.

Toprak Razgatlioglu, menjawab isu pindah ke MotoGP setelah WorldSBK Indonesia 2021.

Namun ini sudah jadi kebiasaan Toprak Razgatlioglu, bahkan sampai dijuluki SToprak.

Apalagi ayah Toprak yaitu Arif Razgatlioglu, dikenal sebagai legenda stunt rider di Turki.

Makanya Toprak Razgatlioglu wajib melakukan stoppie, untuk merayakan kemenangannya di World Superbike.

Biarpun fix jadi juara dunia WSBK 2021, Toprak Razgatlioglu bakal tetap habis-habisan di Race 2.

Apalagi Toprak Razgatlioglu punya banyak fans di Indonesia, yang datang ke sirkuit Mandalika.

 

Pambalap Ducati

Pembalap Ducati asal Italia, Michael Rinaldi memuji Sirkuit Mandalika. Ia menuliskan kekagumannya terhadap Sirkuit Mandalika dalam unggahan Instagramnya, @michaelrinaldi21. "What a beautiful track," tulis Michael di Instagram, di lihat pada Sabtu (20/11).

Balapan World Superbike (WSBK) di Mandalika, Lombok Tengah, Sabtu (20/11/ 2021) diurungkan dan diundur ke Minggu, (21/11/2021).

Panitia WSBK di Sirkuit Mandalika beralasan, penundaan balapan dikarenakan cuaca yang tidak bersahabat alias hujan deras. Banjir terjadi di area dalam sirkuit.

Banyak orang menanggapi sirkuit Mandalika yang banjir usai hujan deras. Salah satunya Dokter Ani Hasibuan. Dokter ini kecewa berat.

 

Warga Belum Diganti Rugi

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengungkapkan ada 48 warga korban penggusuran sirkuit MotoGP Mandalika belum mendapatkan ganti rugi dari pihak pengembang, yaitu PT. Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC)

"Yang kemarin Pak Jokowi meminta 48 orang. Belum [dapat ganti rugi] semuanya," kata Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara kepada CNNIndonesia.com, Selasa (16/11).

Beka Ulung menjelaskan, Komnas HAM sendiri sebenarnya telah melakukan penyelidikan dan mengeluarkan rekomendasi terkait permasalahan sirkuit Mandalika pada 15 Oktober 2020. Langkah itu diambil bermula dari adanya aduan dari 15 orang warga yang menuntut pembayaran atas 17 bidang lahan di sirkuit Mandalika.

Terjadinya masalah pembebasan lahan warga yang masih belum tuntas, muncul aksi protes dari warga yang tidak terima tanahnya digusur masih terjadi, jelang peresmian.

Bahkan, seperti diberitakan Kompas TV, salah satu pemilik tanah di Dusun Ujung, kawasan Sirkuit Mandalika berusaha menghalau alat berat yang akan meratakan tanah miliknya. Masih ada permasalahan dengan warga sekitar yang belum mencapai mufakat hingga saat ini.

 

Tak Terwujud 100%

Praktis, atrakasi yang ditunjukkan para pembalap untuk hiburan tak terwujud 100%.

Balapan yang dihelat tiga hari sejak tanggal 19 sampai 21 November itu menjadi gelaran balapan pertama di Mandalika, terganggu.

Padahal, para penonton yang hadir di tribun sirkuit Mandalika, pada hari Jumatnya seolah tak percaya bahwa balapan yang biasanya mereka tonton di televisi kini bisa ia saksikan di depan mata dalam negeri. Banyak yang masih ragu hal tersebut benar-benar terjadi di Indonesia.

 

Merasa Terpuaskan

Slamet (51) asal Gresik, Jawa Timur jadi salah satunya. Ia masih tak yakin euforia menonton balapan ada di dekatnya.

"Saya pernah nonton balapan di Dubai, di Malaysia, sekarang ternyata ada di Indonesia," katanya, Minggu (21/11/2021).

Pria yang datang memboyong keluarganya itu mengaku hadir sejak hari pertama penyelenggaraan event balapan di Sirkuit Mandalika. Perasaan haru sekaligus bangga ia tumpahkan kala ditanya awak media.

"Mandalika ini luar biasa, pengelolaannya bagus, kita yang datang menonton merasa terpuaskan," ucapnya.

Spot paling menarik untuk menonton di Sirkuit Mandalika adalah di areal tribun utama, tikungan satu, tikungan 10, dan juga tikungan 16.

Slamet menilai tlaribun utama jadi tempat yang paling menarik untuk menyaksikan pebalap memulai balapan dan siapa yang pertama kali menyentuh garis finis. Selain itu, dari tribun utama juga terlihat jelas kesibukan tim dan kru kala pebalap mengaspal.

 

Aksi Menikung

Selain di tribun utama, tikungan memang jadi salah satu primadona penonton untuk memilih lokasi menonton balapan. Pasti akan ada aksi menikung, salip-salipan, juga pebalap yang berjatuhan.

Tikungan satu di Sirkuit Mandalika jadi titik menonton favorit. Tikungan itu jadi pertarungan awal para pebalap.

Lebih dari itu, tepat di depan tikungan satu, terdapat sebuah bukit yang diberi nama "Bukit Jokowi". Para pejabat biasanya memilih untuk menonton dari villa di atas bukit Jokowi itu.

Selanjutnya tikungan 10. Konon, tikungan ini jadi tikungan dengan pemandangan terindah di Mandalika.

Pemandangan Pantai Seger lengkap dengan bukit langsung bisa dinikmati dari tikungan tersebut. Atraksi pebalap bisa semakin seru dari tikungan ini.

Terakhir, tikungan 16. Tikungan ini jadi yang paling berbahaya di Mandalika.

 

Sensasi Menonton

Lokasinya yang berada satu tikungan sebelum garis finis membuat tikungan 16 ini jadi penentu akhir penentuan nasib pebalap di finis. Tikungan ini jadi milik penonton yang membeli tiket berwarna purple dan gerd.

Syalwa (26) asal Mataram mengatakan bahwa sensasi menonton di tikungan lebih terasa jika dibandingkan menonton di tribun utama. Ia mengungkapkan bahwa balapan di Sirkuit Mandalika jadi momen pertama kali ia menonton balapan secara langsung.

"Saya kemarin nonton di tribun depan paddock, tapi rasanya di tikungan lebih seru, kita juga lebih dekat dengan pebalap," tuturnya.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menceritakan pengalamannya ketika menonton balapan pertama kali di Sirkuit Mandalika ini. Ia menyebutkan euforia penonton di Mandalika tak akan ditemukan di tempat-tempat lain di dunia.

"Balapan di Mandalika ini memang unik, tidak hanya atraksi balapan yang ditonton, tapi juga serasa sedang liburan," terang Gubernur NTB itu.

Ia berharap Indonesia harus bangga punya Mandalika. Masyarakat NTB harus merawat dan menjaga Sirkuit Mandalika ini. n lmb, 05





Berita Terkait