Stres Dikejar Hutang, Bakar Orang Lain di Samping Polsek Sawahan

14 Februari 2021 : 20:52:08

Purnomo (55), pelaku pembakaran di Jalan Tidar saat diamankan di Polsek Sawahan Surabaya. SP/Julian

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Beberapa warga di Jalan Tidar Surabaya, Minggu (14/2/2021) pagi digegerkan pembakaran seorang warga yang saat sedang mengisi pompa angin di salah satu kios tambal ban. Beruntung pembakaran ini tidak sampai menewaskan korban. Hanya mengalami luka bakar disekujur tubuhnya. Namun, tak lama setelah pembakaran, pelaku berhasil dibekuk oleh tim Reskrim Polsek Sawahan Surabaya.

Adalah, Purnomo (55), warga Surabaya, terduga pelaku pembakaran warga yang sedang mengisi pompa angin itu. Purnomo pun saat hendak ditangkap, juga mengancam hendak bunuh diri. Bahkan, saat diinterogasi tim Reskrim Polsek Sawahan, Purnomo mengaku kerap nomaden alias berpindah-pindah dan tak memiliki keluarga.

"Saya tidak ada rumah. Sudah dijual. Sekarang kalau tidur pindah-pindah. Saya sudah pergi ninggalin mereka, karena saya gak pernah diterima lagi," akunya di depan wartawan dan polisi, Minggu (14/2/2021).

Keadaan itu membuatnya beberapa kali mencoba bunuh diri. "Sering ingin bunuh diri. Saya sudah tidak kuat hidup," akunya.

 

Ditagih Hutang

Didalam bilik tahanan penyidik, sesekali Purnomo meraung dan memukul-mukul kepalanya. Purnomo mengakui jika saat membakar korban bernama Samsul Arifin (54) terbayang saat ia dikejar-kejar oleh banyak orang. "Saya dikejar-kejar mereka. Ditagih hutang. Saya mau dikeroyok sama mereka. Pokoknya mereka semua mau membunuh saya," gumamnya sambil terlihat tatapan kosong.

Saat ditanya keperluannya mondar mandir di depan Polsek Sawahan, ia menjawab hendak melaporkan mereka yang mengejar-ngejarnya ke polisi. "Saya mau laporkan mereka ke polisi. Ya yang ngejar saya itu semuanya," tegasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Iptu Ristitanto masih terus menyelidiki keberadaan keluarga pelaku pembakaran orang tak dikenal itu. "Kami masih mencoba mencari informasi keberadaan keluarga pelaku. Selain itu nanti akan kami periksakan kondisi kejiwaannya karena beberapa kali diinterogasi agak berhalusinasi dan melebar dari konteks pertanyaannya," terang Risti.

Mengaku dikejar-kejar hutang, Purnomo justru gelap mata. Korban yang tak dikenalnya, tiba-tiba dibakar. Korban adalah Samsul Arifin (54), warga Asem V Surabaya. Saat itu, Minggu pagi, Samsul sedang mengisi pompa angin di kios tambal ban yang kebetulan juga menjual bensin eceran di samping Markas Polsek Sawahan Surabaya. Dari informasi yang dihimpun Surabaya Pagi, kejadian Minggu (14/2/2021) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari saksi mata, Purnomo tiba-tiba menyiramkan bensin ke tubuh korban Samsul Arifin, dan langsung menyulutkan api ke tubuh korban yang sudah disiram bensin. “Usai membakar korban, pelaku langsung melarikan diri,” ucap saksi mata kepada Surabaya Pagi, Minggu (14/2/2021).

 

Hendak Bunuh Diri

Berada di samping Mapolsek Sawahan, membuat tim Reskrim langsung bergerak. Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Iptu Ristitanto kepada Surabaya Pagi, langsung mengejar pelaku yang kabur, sendirian sampai menembakkan pistol ke arah atas sebagai tembakan peringatan agar pelaku menyerah.

"Pelaku akhirnya terjun ke sungai di wilayah Asemrowo. Kemudian bawa pecahan kaca dan ditodongkan ke lehernya sendiri dengan ancaman hendak bunuh diri" ujar Iptu Ristitanto saat ditemui di Mapolsek Sawahan, Minggu (14/2/2021).

Dengan bujuk rayu, pelaku akhirnya mau naik ke atas bibir sungai dan langsung diamankan oleh polisi dibantu warga sekitar.

Sedangkan, hingga Minggu (14/2/2021) malam ini, korban Samsul Arifin dilarikan ke rumah sakit karena alami luka bakar di sekujur tubuhnya.

Sementara itu, Ristitanto mengatakan jika sebelum kejadian pembakaran tersebut, pelaku sempat terlihat mondar-mandir di depan Mapolsek Sawahan Surabaya. Bahkan, perwira dua balok di pundak tersebut sempat menegur pelaku tentang keperluannya mondar mandir di depan polsek.

"Sempat saya tegur. Kenapa kok mondar mandir. Karena saya lihat seperti orang linglung akhirnya saya minta untuk meninggalkan mapolsek lantaran keperluannya tidak jelas," imbuhnya. jul/cr2/ham/nt/fm





Berita Terkait