Sukses Berbisnis Kelinci Sejak SMP Secara Otodidak

20 Juni 2021 : 09:28:03

Aditya Andriansyah saat mengurusi kelinci di halaman belakang rumahnya. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Medan - Aditya Andriansyah, mahasiswa jurusan Agribisnis di Universitas Medan Area, Sumatera Utara ini bertekad membiayai kuliahnya sendiri. Meski usianya baru 20 tahun, ia telah berhasil menjadi peternak kelinci yang cukup sukses.

Melalui usahanya tersebut, Aditya bukan hanya bisa membiayai kuliahnya namun juga memenuhi keperluan pribadinya sehari-hari. Padahal, ilmu mengenai kelinci ia dapatkan hanya dari internet.

Usaha ini bermula tanpa direncanakan sejak ia masih SMP. Saat itu, ia membeli dua ekor kelinci seharga Rp 80 ribu dan menjualnya kembali seharga Rp 100 ribu. Setelahnya, Adit mulai sering membeli kelinci untuk dijual kembali, sampai akhirnya ia putuskan menjadi peternak kelinci.

"Saya juga ada jual kandang kelinci, harganya Rp 135 ribu. Hasil pendapatan ini bisa untuk uang kuliah, keperluan kuliah, dan untuk keperluan pribadi sehari-hari. Jadi nggak membebani orang tua," tukas Adit. 

 Bermula dari dua kelinci, lambat laun usahanya ini berkembang dan mulai dikenal orang. Setelah itu, Adit kemudian membeli kelinci lagi sebanyak dua ekor. Hal yang sama terjadi. Kelinci yang dibelinya itu diminati orang dan dijualnya. Dari situ, dia terpikir merintis usaha menjadi peternak kelinci, bahkan ia mengetahui cara berternak dan berbisnis kelinci ini hanya dari hanya bermodalkan internet.

Tak hanya di Medan ataupun Sumatera Utara, penjualan kelinci Adit ini juga sampai ke Aceh dan Pekanbaru. Dalam menjalankan bisnis ini, Adit membangun relasi dengan rekannya yang ada di Berastagi hingga Bandung.

Kini, sekitar 40 kelinci dengan berbagai jenis ada di kandang belakang rumahnya. Setiap hari, silih berganti pembeli datang membeli kelinci.

Adapun beberapa jenis kelinci yang dijualnya di 'Aditya Rabbit Thie Medan' adalah kelinci lokal, lop, English anggora, hingga rex. Harga jualnya pun beragam, dari Rp 45 ribu hingga Rp 650 ribu.

Dalam seminggu, ia berhasil menjual puluhan kelinci dan mendapat keuntungan bersih hingga jutaan rupiah. "Dalam seminggu terjual sekitar 60 ekor (kelinci). Sebulan pendapatan sekitar Rp 5 juta," imbuh Adit.

Sudah mencapai kesuksesan saat ini, dijelaskan Adit ia sempat mengalami kendala ketika banyak kelinci-kelincinya yang mati akibat perawatan yang salah.

Setelah berjalan 7 tahun penjualan kelinci-kelincinya selain ke dalam daerah Sumatera Utara. Pembeli berasal dari Banda Aceh seperti dari Loksemawe, Singkil hingga ke Pekanbaru. "Pembeli biasanya bisa datang kesini langsung untuk membeli. Tapi ada juga yang pesan via online ada dari IG, WA dan Facebook itu dari luar kota banyak," pungkasnya. Dsy1





Berita Terkait