Takut Kehilangan Tiket, Penumpang Rela Tidur di Pelabuhan Perak

01 Maret 2021 : 15:48:31

Para penumpang rela tidur di pelabuhan karena takut ketinggalan kapal. SP/SAMMY MANTOLAS

SURABAYAPAGI, Surabaya - Adanya pemberlakuan antigen sebagai syarat perjalanan transportasi laut, membuat para penumpang semakin was-was.

 Kewaspadaan penumpang ini terjadi akibat harga antigen yang terbilang lebih mahal dibanding harga tiket kapal laut.

Tiket pelabuhan ke Lembar Lombok dari Pelabuhan Tanjung Perak misalnya, hanya seharga Rp 97 ribu. Sementara antigen rerata di angka Rp 200 ribu hingga Rp300 ribu.

Tak ingin kehilangan sejumlah uang yang telah dibayarkan tersebut, para penumpang rela untuk tidur bahkan bermalam di pelabuhan Tanjung Perak.

 Mustofa salah satu penumpang Tujuan Pelabuhan Lembar Lombok mengaku, dirinya telah tidur di terminal penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) sejak Minggu (28/02/2021) malam kemarin. 

"Sama keluarga ada 5 orang, semalam tiba disini jam 8. Kita dari Lamongan. Ya tidur di sini," kata Mustofa kepada Surabaya Pagi, Senin (01/03/2021). 

Alasan Mustofa datang lebih awal karena takut bila ia ketinggalan kapal. "Sudah bayar mahal mas, apalagi yang swab kemarin ada 3 orang. Kalau ketinggalan kapal harus swab lagi, sudah gak punya uang mas," ucapnya

 Walau keberangkatan Mustofa bersama keluarga dijadwalkan pada pukul 17:00 WIB hari ini, dirinya memilih untuk datang lebih awal dan menunggu di pelabuhan. 

"Kalau hilang cuma 100 atau 200 gak masalah, ini uangnya jutaan mas," tambahnya

 Naga-naganya, apa yang dirasakan Mustofa juga dialami oleh penumpang lain. Fakhri penumpang dengan tujuan Palembang juga mengaku serupa. 

Kepada Surabaya Pagi ia menjelaskan, akan berangkat pada pukul 16:25 sesuai dengan tiket yang dipesannya secara online. 

"Subuh tadi sekitar jam 4 sudah di sini," katanya seraya menambahkan "Berangkat dari Malang tadi sama travel. Sampai di sini ya istirahat di pelabuhan"  

Dari pantauan wartawan Surabaya Pagi di lapangan, terlihat beberapa penumpang yang bahkan menggelar tikar dan tidur bersama keluarganya di lantai.  

Sementara itu salah satu petugas pelabuhan Tanjung perak yang tak ingin menyebutkan namanya menjelaskan, pemandangan penumpang yang bermalam bahkan tidur di pelabuhan sudah menjadi hal yang lumrah. 

Bahkan sebelum ada covid-19, penumpang yang tidur dengan menggelar tikar bisa mencapai puluhan bahkan ratusan. 

"Sudah biasa begitu mas, malah dulu sebelum corona itu kayak ikan pindang yang lagi berjemur," kata salah satu petugas sembari melepas tawa.sem





Berita Terkait