Wawancara dengan Ketua Harian Koni Jatim Drs Nabie

Tenis, Wushu dan Panahan, Bikin Surprise

14 Oktober 2021 : 20:31:41

Muhammad Nabiel.

-SP: Selamat pagi pak Nabil, semoga hari ini sehat. Pertama-tama saya mengucapkan selamat atas kesuksesan kontingen PON Jatim berada di peringkat kedua. Saya ingin bertanya beberapa hal pada bapak. Dalam cabor mana saja kontingen Jawa Timur meraih juara umum dan cabor apa yang menurut bapak surprise?

-Nabiel: Yang membuat surprised itu di cabor Tenis, kontingen Jatim sapu bersih medali emas juga cabor Wushu yang tidak diunggulkan bisa menyabet 6 medali emas mengguli DKI dan Sumut yang sudah sering menjadi juara di cabor wushu.

Panahan itu juga surprise karena sudah 40 tahun Jatim selalu bisa mempertahankan medali dan gelar juara umum 10x PON berturut-turut untuk cabor panahan.

 

-SP: Untuk target perolehan medali kontingen Jatim pada akhir jelang penutupan PON bagaimana pak?

-Nabiel: Perjuangan memburu medali emas masih terus diupayakan untuk memenuhi target. Semoga tercapai.Sedangkan pundi-pundi medali emas Kontingen PON XX Jatim, juga sangat membanggakan karena 8 cabang olahraga mencatat sebagai juara umum, yaitu; aeromodeling, wushu, tenis, panahan, renang OWS, selama kolam, panjat tebing, dan paralayang 6 medali emas.

 

-SP: Bagaimana dengan prestasi atlit perorangan kali ini? Kebanyakan atlit mahasiswa? Apa ada kerjasama dgn kampus-kampus?

-Nabiel: Koni Jatim sudah Kerjasama dengan 10 kampus di Jatim untuk atlit-atlit berprestasi, minimal mereka punya gelar S1. Beasiswa ini diberikan hingga mereka lulus, bila mereka putus di tengah jalan akan lepas beasiswa dan tidak mendapat selayaknya atlit yang dapat beasiswa. Kebanyakan mereka awalnya atlit dari sekolah lalu kita beri beasiswa untuk kuliah hingga S1.

 

-SP: Bagaimana menurut Pak Nabil, reward apa saja yang akan diberikan kepada pelatih cabor yang berprestasi?

-Nabiel: Untuk reward pasti kita sudah sediakan reward buat peraih medali emas kita kasih Rp. 30jt; Perak 20jt dan perunggu Rp. 10jt. Selain itu untuk peraih medali emas dan pemecah rekor ada tambahan sebesar Rp. 15jt. Jadi missal seperti renang yang dapat pecahkan rekor selain dapat Rp. 30jt dapat tambahan juga 15jt jadi total yang di dapat Rp.45jt.  sementara untuk pelatih juga dapat sekitar Rp. 5-10jt per cabor yang mendapat medali. Itu semua belum reward dari pemprop Jatim.

 

-SP: Bagaimana pandangan Pak Nabil atas kemajuan atlit PON Papua?

-Nabiel: Dari pandangan saya, atlit pon Papua ini benar-benar pesat perkembangannya. Mereka berani mengambil pelatih dari luar negeri untuk banyak cabor, fasilitas dan sarana disediakan penuh sama pemerintah Papua. Venue yang digunakan benar-benar standard Internasional. Di Jatim belum ada fasilitas, venue yang menunjang atlit jatim. Kita masih ketinggalan jauh dari atlit dan venue di Papua.

  

-SP: Menurut Pak Nabil, untuk PON Papua ini bagaimana? dan harapannya untuk atlit Jatim mendatang bagaimana?

-Nabiel:,Untuk PON Papua kali ini saya benar-benar takjub dengan kesiapan Papua sebagai tuan rumah Pon kali ini. Semua venue berstandart internasional bahkan kita saja tidak punya lapangan sepatu roda seperti di Papua. Lapangan itu hanya ada 2 di Indonesia yang berstandar internasional di Jakarta dan ini di Papua.

Harapan saya, atlit-atlit Jatim bisa lebih siap dan didukung dengan fasilitas pendukung untuk atlit Jatim agar mereka bisa terus berpretasi. Keberhasilan 8 cabor juara umum, dan cabor tertentu dengan perjuangan gigih mempersembahkan medali emas walau satu keping patut penempatan apresiasi lebih. Karena hal itu merupakan bagian dari kesuksesan pembinaan prestasi di Provinsi Jatim. Dan hadiah untuk HUT Propinsi Jatim ke 76.

Semoga Propinsi Jatim juga bisa terus mensupport atlit-atlit Jatim untuk terus mempertahankan prestasinya. (Lordna)





Berita Terkait