Tolak Pindah ke Karangpilang dan Dolly, Alasannya Income

09 November 2020 : 21:29:54

Beberapa pedagang Pasar Burung Kupang, Senin (9/11/2020) terlihat sepi dan tidak seramai awal tahun 1990an sejak direlokasi di Karangpilang tahun 2016. Sp/septyan

Melongok Nasib Pedagang Pasar Burung Kupang

 

Bila mencari Pasar Burung di Surabaya, yang terkenal ada dua. Pasar Burung di Bratang dan Pasar Burung di Kupang-Diponegoro. Keduanya juga masuk pasar burung terbesar. Namun, untuk Pasar Burung di wilayah Kupang-Diponegoro, sejak tahun 2016, mulai tak sebanyak sejak era tahun 90an awal. Pasalnya, awal tahun 90an, Pasar Burung Kupang cukup banyak diminati para tengkulak atau peternak burung dari luar kota Surabaya. Bahkan, bila dibandingkan dengan Pasar Burung Bratang. Pasar Burung Kupang ini sudah dikenal sebagai kawah candra dimuka para penghobi burung tingkat pemula. Nah, sejak tahun 2016 direlokasi ke Karangpilang, bagaimana nasibnya kini? Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi Septyan Ardiyanto.

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mengenal Pasar Burung Kupang, salah satu pasar hewan tradisional yang terletak di tengah kota, tepatnya dijalan Diponegoro Surabaya.

Trend hobi burung bagi warga kota Surabaya memang tak terlepas dari peran Pasar Burung Kupang. Bahkan saking tersohornya, pasar burung Kupang konon menjadi salah satu rujukan pecinta kicau mania.

Selain memperjual belikan berbagai jenis burung, pasar burung Kupang juga menjual sangkar burung. Tak heran banyak pelomba kicauan berburu sangkar lomba di sini. Berbagai macam sangkar mulai sangkar harian hingga sangkar lomba mudah didapat sesuai dengan budget kantong.

Dari hasil pantauan wartawan Surabaya Pagi, Senin (9/11/2020), penjual burung yang ada di pasar tersebut tidak sebanyak dulu, meskipun banyak penjual yang bergerombol dijalan Ronggowarsito dan berjajar di bantaran kali banyuurip.

Padahal, Pasar Burung Kupang ini  sebelumnya terkenal sangat ramai penjual dan pembelinya, dibandingkan Pasar Burung yang terletak disamping terminal Bratang.

Tidak hanya penjual burung, penjual makanan disepanjang jalan Ronggowarsito pun juga sangat banyak. Kesan semerawut terlihat sangat jelas di sepanjang jalan ini.

Moris Mangke, salah satu pembeli burung kicau di Pasar Burung Kupang mengatakan, jika dilihat dari keadaan pasar burung saat ini sangat jauh berbeda dibandingkan dahulu.

"Dulu rame banget. Tapi sekarang sudah tidak, banyak yang jualan pake lapak tidak permanen, malah lebih banyakan yang jualan di pinggir jalan. Tidak hanya penjual burung, penjual makanan pun ada disini, sampai-sampai tadi ada yang senggolan gara-gara pembeli belok seenaknya," ujar Moris, Senin (9/11/2020).

Moris menambahkan, meskipun di tahun 2016 lalu Pasar Burung Kupang sempat direlokasi ke Karangpilang, namun pada kenyataannya masih banyak penjual yang menolak.

"Saya rasa masih banyak yang menolak, buktinya disini masih rame. Lagian di Karangpilang tempatnya jauh, saya mau kesana aja males. Kalau bisa jangan hanya penjual burung yang disuruh pindah, penjual makanan itu juga iya, biar bener-bener tertib tidak ada tebang pilih," terangnya.

Hal senada dilontarkan oleh Sugik, penjual burung Lovebird, dirinya mengungkapkan kenapa enggan berjualan di Karangpilang. Alasannya lokasi di Karangpilang kurang strategis, dan cukup jauh baginya.

"Tempatnya itu jauh mas, saya loh cuma jual burung Lovebird. Untungnya berapa, ambilnya aja Rp 20.000,- perekor. Dan saya jual Rp 25.000,- hingga 30.000,- perekornya, buat bensin dan makan kurang mas wong gak setiap hari laku, beda dengan teman-teman," kata Sugik.

Sugik mengimbuhkan, sudah dua kali relokasi pasar burung ini dilakukan oleh pemerintah kota Surabaya. Relokasi pertama di Karangpilang, yang kedua di eks Dolly pada bulan lalu.

"Sudah dua kali suruh pindah mas, di Karangpilang dan Dolly. Tetapi teman-teman masih pilih berjualan disini, dengan alasan jika pindah akan berpengaruh dipenghasilan, Jualan disini teman-teman pulang masih bisa bawa uang Rp 150.000 - 200.000,-" tutupnya. tyn/cr2/rmc





Berita Terkait